7.332 Peserta Bertahan Ikuti Seleksi Perangkat Desa Klaten

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
01 Mei 2018 07:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 7.336 peserta mengikuti ujian perangkat desa serentak di 25 kecamatan di Klaten, Minggu (29/4/2018). Mereka memperebutkan 965 lowongan perangkat desa yang ada.

Di Klaten Selatan, ujian diikuti 278 peserta dari 280 peserta terverifikasi. Mereka memperebutkan 27 formasi di sepuluh desa. Dua orang menyatakan mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas pada saat pembagian kartu ujian. Di Kecamatan Juwiring, sebanyak dua orang mengundurkan diri karena masih berada di luar daerah.

Camat Klaten Selatan, Joko Hendrawan, mengatakan ujian berlangsung kondusif. Hingga pelaksaan ujian tidak ada kabar kebocoran soal maupun joki. Panitia melakukan serangkaian pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruang ujian mulai dari pencocokan foto, kartu peserta dan kartu pengenal.

"Kami sampaikan kepada seluruh peserta bahwa proses seleksi berlangsung terbuka, jujur, clear, dan clean. Kalau ada yang melakukan joki pasti ketahuan," kata Joko, saat ditemui wartawan di sela-sela inspeksi mendadak Bupati Klaten Sri Mulyani di SMAN 2 Klaten, Kecamatan Klaten Selatan, Minggu.

Tak hanya itu, pengawasan ketat juga dilakukan sebelum ujian  komputer. Panitia memeriksa seluruh flashdisk kosong dan laptop yang dibawa peserta. Ia menyatakan penilaian ujian komputer tidak hanya menitikberatkan pada hasil, melainkan proses pengerjaan soal.

Pengawasan senada juga dilakukan di Kecamatan Prambanan. Ketua Tim Perencanaan Pengisian Perangkat Desa (TP3D) Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Juwardi, mengatakan sebelum memasuki ruangan ujian, panitia mencocokkan foto peserta dengan kartu peserta, dan kartu pengenal. Pagi itu, panitia tidak menemukan dugaan kecurangan maupun perjokian selama ujian.

Juwardi menjelaskan TP3D menerima hasil ujian dari perguruan tinggi penyelenggara tes pada hari yang sama. Hasil itu akan diumumkan di balai desa masing-masing. Peserta dengan nilai tertinggi langsung ditetapkan sebagai perangkat desa terpilih tanpa dimintakan rekomendasi camat.

Tak hanya itu, Juwardi memastikan peserta seleksi terpilih tidak dibebani biaya pelantikan. Seluruh biaya pelantikan dan ujian ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Biaya pelantikan dibebankan kepada desa termasuk biaya ujian dengan anggaran senilai Rp18,25 juta. Peserta tidak dipungut biaya sepeserpun," tutur Juwardi.

Menanggapi pernyataan Ketua TP3D Kokosan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Klaten, Ronny Roekmito, menyatakan dua peraih nilai tertinggi dalam ujian diajukan kepada camat untuk dimintakan rekomendasi. Camat merekomendasikan peraih nilai tertinggi untuk ditetapkan sebagai perangkat desa terpilih.

"Kalau enggak pakai dua [rekomendasi dengan dua nama] itu keliru. Itu kan Permendagri, enggak bisa dilepaskan. Rekomendasi itu bisa dilihat banyak orang jadi enggak masalah," kata Ronny.

Ia memastikan kendati ada dua nama yang diajukan, penilaian camat harus bebas dari urusan suka atau tidak suka. Sebab, yang dipilih adalah peraih nilai tertinggi atau terbaik. "Tidak mungkin ada manipulasi karena yang terpilih harus yang terbaik," ujar dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan hasil pantauan di lima lokasi meliputi Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Prambanan, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Juwiring, dan Kecamatan Karanganom, ujian berlangsung aman dan kondusif. Ia berharap hasil ujian bisa diumumkan Minggu sore. Selain itu, calon terpilih memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa dan bisa bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk membangun Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing.