400 Pegawai Pensiun Pertahun, Pemkot Solo Desak Pencabutan Moratorium CPNS

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo saat memberikan sambutan pada Penyerahan Keputusan Pensiun ASN Pemkot di Hotek Sahid Jaya Solo, Senin (30/4 - 2018). (Solopos/Indah Setiyaning W.)
02 Mei 2018 00:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendesak Pemerintah Pusat segera mencabut moratorium penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN). Berkurangnya 400-an ASN per tahun lantaran memasuki masa pensiun membuat Pemkot kelimpungan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dalam sambutannya pada Penyerahan Keputusan Pensiun pada ASN Pemkot terhitung mulai tanggal 1 Juli hingga 1 September 2018 di Hotel Sahid Jaya Solo, Senin (30/4/2018). Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan jumlah ASN Pemkot kini tinggal menyisakan 5.000-an dari 11.000 orang pegawai sebelum ada moratorium. Berkurangnya ASN tersebut karena pensiun.

“Tiap tahun yang pensiun 400 sampai 500 orang. Sementara moratorium belum dicabut,” kata Rudy.

Menurutnya, terus berkurangnya ASN dan tidak diikuti dengan perekrutan pegawai otomatis berdampak pada pelayanan yang tidak maksimal. Beberapa kali Pemkot telah mengajukan permohonan kuota formasi CASN untuk Solo. Namun hingga kini belum disetujui.

“Kami berharap Pemerintah Pusat mencabut moratorium penerimaan CASN. Jadi daerah bisa merekrut ASN-ASN baru,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan kekosongan kursi ASN karena pensiun terus bertambah seiring kebijakan moratorium perekrutan CASN oleh Pemerintah Pusat. Salah satu upaya memenuhi kebutuhan pegawai, Pemkot mengangkat tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). Adapun penerimaan pegawai baru berstatus TKPK juga tidak sepenuhnya menyelesaikan kekurangan ASN. Selain anggaran Pemkot terbatas, masih ada jabatan-jabatan yang tidak bisa diisi oleh TKPK. Saat ini jumlah TKPK mencapai seribuan orang. Kondisi ini, menurut Budi, dialami hampir seluruh pemerintah daerah lainnya.

“TKPK tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan Pemkot. TKPK hanya teknis lapangan saja, kalau administrasi dan terkait anggaran tetap dihendel ASN,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan jumlah ASN yang menerima surat keputusan (SK) pensiun terhitung mulai tanggal 1 Juli sampai 1 September sebanyak 114 orang. Dengan perincian ASN golongan IV C ke atas sebanyak lima orang, dan golongan IV B ke bawah sebanyak 109 orang. “41 ASN TMT 1 Juli, 30 TMT 1 Agustus dan 1 September 43 orang,” katanya.