Stadion dan GOR Manahan Solo akan Dikelola Profesional oleh BLUD

Stadion Manahan Solo. (Solopos/Hanifah Kusumastuti)
02 Mei 2018 21:05 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengkaji bentuk pengelolaan Stadion Manahan dikelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Selain profesional, pengelolaan Stadion Manahan dinilai harus memenuhi standar internasional sesuai ketentuan aturan FIFA.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo Joni Hari Sumantri mengatakan renovasi Stadion dan GOR Manahan akan dikerjakan Pemerintah Pusat melalui alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga 2019 mendatang.

Tokopedia

Renovasi tersebut membutuhkan biaya besar, termasuk dalam pengelolaannya pascadirenovasi. Sebab Stadion Manahan akan dibangun memenuhi mandatori FIFA.

“Mengelola Stadion dan GOR bukan investasi yang murah, tapi mahal dan perlu perawatan standar. Karena semuanya sesuai mandatori FIFA, baik electrical lampu, sanitasi, ruang-ruang dan lainnya,” kata dia ketika dijumpai wartawan seusai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Stadion Sriwedari, Rabu (2/5).

Joni mengatakan bentuk pengelolaan BLUD dinilai tepat dengan mempertimbangkan pengelolaan yang lebih profesional sekaligus memiliki otoritas standar dalam pengelolannya. Ke depan, Stadion Manahan dan GOR tidak hanya sebatas membebani APBD, namun mampu membiayai operasionalnya secara mandiri.

Keterbatasan alokasi APBD daerah menjadi penyebabnya. Padahal anggaran perawatan stadion dan GOR membutuhkan dana besar. Hal ini belajar dari daerah lain yang pernah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON), seperti Kalimantan Timur (Kaltim) dan Jawa Barat (Jabar). 

“Beberapa kondisinya mangkrak dan kualitas menurun karena biaya perawatan yang besar. Ini menjadi tantangan kita nanti,” katanya.

Kajian bentuk pengelolaan BLUD kini tengah dikerjakan Pemkot. Targetnya kajian tersebut rampung di tahun ini. Dengan harapan saat Stadion dan GOR Manahan rampung direnovasi tahun depan BLUD sudah terbentuk. Joni juga memastikan aktivitas pedagang yang berada dalam kawasan Manahan akan disterilkan. Upaya ini menjauhkan risiko kecelakaan selama proyek Pemerintah Pusat itu berlangsung.

"Yang jelas selama pembangunan Stadion Manahan ya harus steril kalau tidak ya kita bisa membahayakan orang. Jadi harus dibuat zona aman pada saat pelaksanaan konstruksi, itu hukumnya wajib," katanya.

Disinggung jadwal pembangunan konstruksi, Joni belum dapat memastikan. Dirinya mengatakan proyek renovasi Stadion Manahan itu ditekel langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini Detail Engineering Design (DED) Stadion Manahan dan GOR Manahan sudah rampung.

“Kalau dari jadwalnya renovasi kawasan Manahan itu diselesaikan Oktober 2019. Konstruksi itu perkiraan sudah dilakukan pada Juni. Kita baru mau ketemu Kemen PUPR besok [Kamis hari ini]."

Dikatakannya, sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan Manahan peruntukannya untuk olahraga dan ruang publik. Untuk kegiatan penunjang, seperti pedagang yang berjualan di kawasan Manahan akan dipertimbangkan lebih jauh lagi.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan konsep pembangunan GOR Manahan akan dibangun bertaraf internasional dan bisa menjadi tempat untuk penyelenggaraan kejuaraan olahraga tingkat nasional ataupun dunia. Saat ini, kondisi bangunan GOR Manahan tak layak di mana banyak bagian rusak sehingga harus dibongkar dan dibangun ulang.

Pembongkaran bangunan GOR Manahan dinilai tidak akan ada masalah, mengingat bangunan tersebut bukan berstatus cagar budaya. Selain GOR Manahan, lapangan tenis juga akan diperbaiki. Rudy menyampaikan setidaknya dana yang dibutuhkan untuk penataan ulang kompleks Gelora Manahan menelan Rp200 miliar. Pelaksanaan penataan ulang kompleks Gelora Manahan akan dikerjakan mulai 2018 mendatang.