Ramadan, Lazismu Canangkan Program Zakat Produktif Rp8 Miliar

Tim Lazismu Sragen menyerahkan bantuan gerobak kepada keluarga miskin untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, belum lama ini. (Istimewa)
02 Mei 2018 08:10 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Manajemen Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Sragen mencanangkan strategi baru dalam momentum Ramadan yang dimulai Mei ini. Lazismu tidak lagi menekankan pentasarufan atau penyaluran dana zakat, infak, dan sekedah (ZIS) yang bersifat konsumtif, tetapi mengutamakan program pentasarufan ekonomi produktif. Upaya itu berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

Penjelasan itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Sragen, Ikhwanushoffa, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (24/4/2018) siang. “Kami mau ubah mind set masyarakat agar tidak bergerak pada yang sunah, seperti bantuan anak yatim, bantuan bedah rumah, dan seterusnya yang sifatnya konsumtif. Kami ingin menekankan kepada publik Sragen untuk mengoptimalkan yang wajib pada Ramadan mendatang, yakni program zakat. Program zakat ini diarahkan untuk peningkatan ekonomi produktif kaum duafa agar bisa dientaskan dari lubang kemiskinan,” ujarnya.

Ikhwan mengungkapkan dari 35 Lazismu tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya Sragen dan Banyumas yang berani mencanangkan program zakat produktif dan mengurangi pemberian bantuan konsumtif bagi keluarga fakir dan miskin. Zakat produktif Lazismu Sragen diwujudkan dalam dua program utama, yakni Permodalan Duafa dan Beasiswa Sang Surya kuliah S1 bagi anak fakir miskin berprestasi. Diharapkan dengan permodalan dan kuliah S1, para penerima manfaat dapat keluar dari garis kemiskinan.

Secara nasional program yang digulirkan Lazismu Pusat selama Ramadan, kata Ikhwan, dalam bingkai Kado Ramadan 1439 Hijriyah meliputi empat program utama, yakni Bingkisan Ramadan, Back to Masjid, Posko Mudikmu Aman, dan Filantropi Cilik.

Filantropi Cilik sudah berjalan di Sragen dan kini sudah masuk tahun ketiga. Mudikmu Aman diwujudkan dengan membuka posko mudik yang melibatkan Hizbul Wathan, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah, Kokam, dan Lazismu. Posko mudik akan dibuka seluruh daerah di Soloraya.

Program Bersih Masjid sudah dimulai Lazismu Sragen dengan menggandeng PLA dan Komandomu yang berisi preman taubatan binaan Lazismu Sragen. Bingkisan Ramadhan dari Lazismu Sragen juga tak pernah absen setiap tahunnya. Dengan jargon Zakat Hebat, Lazismu menarget peningkatan kesadaran umat dalam menunaikan Rukun Islam yang ketiga ini.

“Kami menargetkan realisasi zakat selama Ramadan bisa mencapai Rp 8 miliar. Kami menyerukan zakat hebat di seluruh wilayah di Bumi Sukowati. Kantor Layanan Lazismu di 20 kecamatan sudah menggerakan zakat produktif dengan proporsi 60% banding 40%. Di tingkat daerah, proporsi zakat produktif mencapai 72% dari total penghimpunan zakat,” ujarnya.

Sepanjang 2017, Lazismu Sragen berhasil menghimpun dana umat senilai Rp12,2 miliar dan 72% lebih telah digunakan untuk program pengentasan kemiskinan. Namun, program ekonomi produktif pada 2017 relatif baru 25%. “Mulai 2018, ekonomi produktif ditingkatkan menjadi 60% dan konsumtif yang ditekan. Ramadan 2017 yang hanya menghimpun dana umat Rp 4,8 miliar juga ditingkatkan menjadi Rp 8 miliar,” ujarnya.

Ikhwan sudah menyiapkan indikator untuk program ekonomi produktif. Pemberian bantuan itu, kata dia, harus ada evaluasi pada setiap semester dengan parameter berjalannya usaha, penghasilan yang setara dengan umpah minimum kabupaten (UMK), dan jadi donatur Lazismu. Ikhwan berujar, Lazismu hanya ingin mengantarkan kaum dhuafa menjadi warga mandiri dan sejahtera.