Catat! Debat Cabup Karanganyar di Gedung DPRD 14 Mei

Ilustrasi debat Pilkada. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
03 Mei 2018 22:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar memutuskan menggelar debat pasangan calon  peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (14/5/2018).

Sejauh ini, KPU Karanganyar belum menentukan panelis dan moderator guna mendukung pelaksanaan debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Pilkada 2018 di Bumi Intanpari diikuti dua pasangan calon, yakni nomor urut 1 Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih yang diusung PKS dan Partai Gerindra, dan nomor urut 2 Juliyatmono-Rober Christanto yang diusung PDIP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKB, PPP, Partai Hanura, dan PAN.

KPU Karanganyar juga sudah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 681.477 pemilih. "Sesuai rencana debat pasangan calon berlangsung 14 [bulan Mei 2018/sebelum Ramadan]. Lokasinya di Gedung DPRD Karanganyar. Terkait tim panelis, kami masih melakukan proses dealing,” kata Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat KPU Karanganyar, Budi Sukramto, kepada Solopos.com, Kamis (3/5/2018).

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nuhroho, mengatakan debat pasangan calon  peserta Pilkada 2018 digelar satu kali. Debat pasangan calon itu untuk menajamkan visi dan misi masing-masing pasangan calon. Dengan cara seperti itu, diharapkan warga di Bumi Intanpari dapat mengetahui program kerja yang akan diusung setiap pasangan calon.

“Tim panelis dan calon moderator juga masih dibahas lebih lanjut. Kalau sudah fix semuanya akan kami informasikan lagi,” katanya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar, Kustawa, mengingatkan KPU Karanganyar agar debat pasangan calon dapat memberikan ruang dan waktu yang adil dari masing-masing pasangan calon peserta Pilkada 2018  saat memaparkan visi dan misi. Hal itu penting agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari, seperti komplain dari pasangan calon.

“Saat debat berlangsung, tim panelis dan moderator memang harus benar-benar netral. Kemudian, durasi atau waktu menjawab harus diperhatikan betul. Para pendukung yang akan menyaksikan langsung debat pasangan calon juga diimbau selalu tertib demi kelancaran debat pasangan calon itu sendiri,” katanya.