Ikuti Program Mudik Gratis Wonogiri Hemat Rp400.000/Orang

ilustrasi mudik Lebaran. (Solopos/Dok)
03 Mei 2018 01:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri kembali membuat program mudik  gratis bagi para perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjelang Lebaran, Juni 2018 mendatang.

Tahun ini Pemkab menyiapkan 43 unit bus berkapasitas 40-an penumpang/unit. Jumlah itu meningkat tiga unit dibanding tahun lalu. Dengan mengikuti program ini pemudik bisa menghemat hingga Rp400.000/orang.

Tokopedia

Kabid Angkutan Teknis dan Sarana Prasarana (ATSP) Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Sudarno, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (2/5/2018), mengatakan pemudik yang akan diangkut lebih kurang 1.800 orang. Jumlah tersebut lebih banyak daripada tahun lalu.

Tahun lalu, Pemkab Wonogiri mengangkut pemudik lebih kurang 1.500 orang menggunakan 40 unit bus dengan perincian 38 unit bus berstatus angkutan mudik  gratis dari Pemkab dan dua unit bus lainnya angkutan mudik gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Tahun ini angkutan mudik gratis Pemkab sebanyak 41 unit dan dua unit angkutan mudik dari Pemprov Jateng. Jumlah itu belum termasuk angkutan mudik gratis dari BUMN atau perusahaan swasta.

Setiap tahun ada pihak yang mengangkut ribuan pemudik dari Wonogiri menggunakan puluhan unit bus. Dengan mengikuti mudik gratis, pemudik bisa menghemat lebih kurang Rp400.000/orang. Angka itu mengacu pada harga tiket perjalanan dari Jabodetabek tiap Lebaran.

“Pengadaan samua bus oleh Pemkab dan semua untuk mengangkut pemudik dari Wonogiri. Hanya statusnya yang berbeda, dua unit bus diperbantukan untuk programnya Pemprov. Lelang pengadaan angkutan mudik segera dilakukan,” kata Sudarno.

Dia melanjutkan para pemudik akan diangkut lima hari sebelum Lebaran atau diperkirakan 10 Juni pukul 07.00 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di Wonogiri 11-12 Juni malam.

Pemberangkatan melalui 10-11 lokasi di Jabodetabek. Dishub akan menggandeng paguyuban perantau di masing-masing daerah perantauan. Perantau yang ingin memanfaatkan program mudik  gratis bisa mendaftarkan diri ke pengurus paguyuban.

Namun, Dishub Wonogiri belum mengumumkan jadwal pendaftaran karena masih menunggu pengadaan angkutan mudik. “Angkutan mudik akan berhenti di Kantor Dishub terlebih dahulu untuk proses pengelompokan penumpang berdasar wilayah asal. Setelah semua dikelompokkan, pemudik dibawa ke pendapa rumah dinas bupati. Bupati akan menyambut mereka. Setelah itu mereka diberangkatkan ke wilayah tempat asal,” imbuh Sudarno.

Sebelum berangkat, tim khusus akan memeriksa kalaikan bus terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan semua bus laik jalan dan aman digunakan. Setiap bus akan dilengkapi peralatan medis sederhana.

Apabila dalam perjalanan ada yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut, penumpang akan dibawa ke tempat pemeriksaan kesehatan di rest area. "Untuk baliknya [ke perantauan], warga berangkat sendiri. Anggaran tahun ini senilai Rp850 juta dialokasikan hanya untuk mudik,” ulas Sudarno.