Masjid Agung Sukoharjo Butuh Rp70 Juta/Bulan, Takmir Putar Otak

Masjid Agung Baiturrahmah Sukoharjo yang diresmikan pada Jumat (4/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
04 Mei 2018 23:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pengurus Masjid Agung Baiturahmah, Sukoharjo, harus putar otak mencari dana operasional perawatan masjid seusai diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Jumat (4/5/2018).

Perkiraan sementara biaya perawatan setiap bulannya senilai Rp70 juta yang diperuntukkan biaya listrik, air, kebersihan dan sebagainya. Salah satu upayanya adalah mengadakan kegiatan merangkul semua umat Islam tanpa membedakan organisasi.

Tokopedia

Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Baiturrahmah, Sukoharjo, Madyo Ekosusilo, mengungkapkan hal tersebut ditemui wartawan sebelum peresmian, Jumat. “Hitungan sementara biaya perawatan senilai Rp70 juta per bulan. Kami tetap optimistis dan merangkul berbagai ormas. Namun, kami akan mengajukan tambahan bantuan perawatan ke Pemkab Sukoharjo dari alokasi APBD.”

Madyo menyatakan perkiraan pendapatan sementara berasal dari kegiatan rutin seperti pengajian, infak, dan lain-lain senilai Rp5 juta-Rp10 juta. “Jika tidak ada anggaran dari APBD akan sulit untuk merawat masjid ini tetapi mudah-mudahan umat Islam ada yang menjadi donatur. Pengurus sendiri akan memperbanyak kegiatan sehingga biaya operasional tercukupi. Tambahan fasilitas seperti lift akan membutuhkan daya listrik,” jelasnya.

Dia menyebutkan fasilitas tambahan di Masjid Baiturrahmah di antaranya ruang penginapan bagi musafir, ruang perpustakaan, Kantor MUI, dan sebagainya. Ruang penginapan digunakan hanya untuk kondisi darurat, artinya pengurus memfasilitasi musafir yang kesulitan mendapatkan penginapan.

“Ruang penginapan ini bukan seperti penginapan umum tetapi diperuntukkan dalam kondisi darurat.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, Suraji, menjelaskan masjid itu direnovasi dengan dana Rp32,4 miliar. Dana tersebut untuk konsultan dan pembangunan fisik.

“Pembangunan masjid megah ini masuk program Bupati sehingga terwujud. Akses disabilitas juga disediakan dengan lift. Masjid Agung mampu menampung 2.600 orang jemaah terbagi atas lantai I untuk jemaah putra dengan kapasitas 1.750 orang dan lantai III untuk jemaah putri dengan kapasitas 850 orang.”

Bangunan baru Masjid Agung Baiturrahman diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, pada Jumat (4/5/2018). Proyek pembangunan masjid dikerjakan hampir selama tujuh bulan pada 2017.

Wardoyo menyatakan masjid agung tak hanya untuk beribadah melainkan menjadi pusat syiar dan pendidikan ajaran Islam bagi umat muslim. Masjid agung merupakan simbol persatuan antarumat muslim di Kabupaten Jamu.

“Masjid agung merupakan representasi umat Islam yang mencintai kedamaian dan toleransi. Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang membawa kemakmuran dan keberkahan bagi umat muslim,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)