Pemkab Klaten: Sengketa Hasil Ujian Tak Boleh Ganggu Pelantikan Perdes

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
04 Mei 2018 10:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten menyatakan proses pelantikan para calon perangkat desa  (perdes) hasil seleksi, Minggu (29/5/2018), harus tetap dilakukan sesuai tahapan. Jika masih ada peserta yang tak puas dengan hasil seleksi, Pemkab mempersilakan mereka menempuh jalur hukum.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan proses pelantikan para calon perangkat desa hasil seleksi diharapkan sesuai tahapan, termasuk pengisian perangkat desa yang bermasalah lantaran salah memasukkan data.

Sebelumnya, pelantikan perdes  hasil ujian di Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring, harus ditunda lantaran ada sengketa hasil ujian yang dipicu kesalahan panitia memasukkan data. “Ya pelantikan jalan terus. Hasil revisi nilai itu yang ranking I siapa? Itu yang direkomendasikan. Yang pasti tahapan harus jalan terus. Perkara ada yang tidak puas mau menempuh jalur hukum itu lain masalah,” kata Ronny saat ditemui wartawan di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kamis (3/5/2018).

Terkait permintaan ada ujian ulang, Ronny justru mempertanyakan dasar permintaan ujian ulang tersebut. Ia mengatakan seperti kasus di Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat. Dari laporan yang dia terima sesuai mekanisme tak ada pelanggaran terhadap perbup yang menjadi dasar penyelenggaran pengisian perangkat desa.

Hal itu termasuk penunjukan perguruan tinggi penguji peserta seleksi. “Istri kepala desa menjadi TP3D, itu bisa saja. Peserta duduk berhadapan itu tergantung pengujinya. Masalah pilihan dibuat A, B, C, D itu tergantung dari pengujinya. Tidak ada yang menyalahi perbup. Saya sudah sampaikan, kalau ada kecurigaan universitas bermain [curang], buktikan. Kami fair saja,” katanya.

Ronny mengatakan setelah pelantikan, para perangkat desa yang baru mengikuti pembekalan. Pembekalan dilakukan di tingkat kabupaten dilakukan untuk setiap lowongan. Ia berharap para perangkat desa hasil pemilihan bisa segera beradaptasi termasuk dalam hal sosial.

Sementara itu, Camat Karanganom, Slamet Samudra, mengatakan proses pengisian perangkat desa di 19 desa sudah rampung dan relatif tak ada permasalahan. Proses pelantikan dimulai pada Kamis (3/5/2018) dan ditargetkan rampung di seluruh desa di Karanganom pada Minggu (6/5/2018).

“Pelantikan diawali dari Desa Kunden. Kami lakukan maraton hingga Minggu,” ungkapnya.