Lelang Jabatan Pemkot Solo Sepi Peminat

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Solo mengucapkan sumpah dan janji jabatan pada pelantikan dan mutasi jabatan di Bale Tawangarum, kompleks Balai Kota Solo, Jumat (2/3 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
05 Mei 2018 00:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Lelang jabatan lima posisi eselon II di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih sepi peminat. Sepekan pendaftaran dibuka, baru ada empat pelamar.

Merujuk data Panitia Seleksi Promosi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkot Solo, satu pelamar untuk posisi kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo dan SP), dua pelamar untuk anggota Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta satu pelamar anggota Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.

Tokopedia

Sedangkan dua pos lain, masing-masing kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP), serta anggota Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan belum ada satu pun pelamar.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Anwar Hamdani memprediksikan sepinya pelamar dikarenakan mereka masih melengkapi persyaratan administrasi. “Sudah banyak yang menghubungi akan mendaftar. Tapi mereka [calon pelamar] sedang proses melengkapi persyaratan,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (3/5/2018).

Para peminat membutuhkan waktu untuk melengkapi persyaratan administrasi, seperti menyusun makalah dengan menjabarkan visi misi serta program kerja sesuai formasi. Diperkirakan para pelamar mulai mendaftarkan diri sekaligus menyerahkan persyaratan administrasi pada detik-detik akhir sebelum penutupan pendaftaran.

Sesuai jadwal, pendaftaran lelang jabatan eselon II dibuka Senin (23/4/2018) hingga Selasa (8/5/2018) mendatang. Pendaftaran diumumkan melalui media massa dan website resmi Pemkot. Pansel juga menyosialisasikan lelang itu kepada 147 orang pejabat struktural eselon III.

Tujuannya agar mereka mengetahui sistem seleksi calon pejabat eselon II sesuai UU No. 5/2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam aturan itu, promosi eselon III ke eselon II tidak berdasarkan masukan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), namun seleksi terbuka yang diselenggarakan oleh panitia yang dibentuk Wali Kota.

“Harapan kami para pejabat eselon III yang memenuhi syarat agar segera mendaftar. Makin awal mendaftar berarti minat untuk promosi tinggi dan akan diberi nilai lebih tinggi dibanding yang mendaftar belakangan,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta ASN yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri.

“Bagi yang memenuhi syarat silakan mendaftar. Ini terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan seobjektif mungkin,” katanya.

Merujuk data BKD, ada seratusan pejabat eselon III di lingkungan Pemkot yang memenuhi syarat mengikuti lelang jabatan eselon II. Adapun syarat ASN yang dapat mengikuti lelang jabatan, di antaranya pernah dua kali menduduki jabatan eselon III, eselon IIIa, IIIb, dan IIIc, batas usia maksimal 57 tahun, pangkat golongan minimal IVa, pendidikan minimal S1.