Boyolali Kekurangan 150 Juta Benih Lele Setiap Tahun

Peternak lele di Sawit, Boyolali. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
05 Mei 2018 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI--Boyolali masih kekurangan 150 juta ekor benih ikan lele setiap tahun. Sementara itu, Pemkab akan memindahkan Balai Benih Ikan (BBI) Bangak, Banyudono ke daerah Tlatar, Boyolali Kota.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Juwaris mengatakan, kebutuhan benih ikan lele di Boyolali mencapai 300 juta ekor per tahun. Sedangkan produksi Boyolali baru sekitar 150 juta ekor benih per tahun.

Tokopedia

“Masih kurang 150 juta ekor benih per tahun,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Produksi lele Boyolali ini berasal dari BBI milik Pemkab dan unit perbenihan rakyat (UTR). Sedangkan untuk memenuhi kekurangan benih itu, peternak mendatangkan dari Jawa Timur.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan benih ikan lele tersebut Pemkab Boyolali akan memaksimalkan produksi di BBI. Namun demikian, BBI yang ada di Bangak, Banyudono dinilai tidak layak secara kuantitas maupun kualitas dalam memproduksi benih ikan lele.

Menurut Juwaris, BBI Bangak kapasitasnyas kurang besar. Selain itu kondisi air dirasa sudah tidak bagus lagi untuk pembenihan karena di kawasan itu sudah berdiri banyak pabrik.

Karenanya, Pemkab membangun dua lokasi BBI baru di desa Methuk di Kecamatan Mojosongo dan Desa Tlatar di Kecamatan Boyolali Kota. Di dua lokasi ini, air sebagai media dalam budidaya perikanan melimpah serta dinilai jauh lebih bagus kualitasnya daripada di Bangak.

Juwaris mengatakan pembangunan BBI baru ini sudah dimulai sejak 2017 dan dilanjutkan pada 2018 dengan anggaran Rp1,3 miliar. Di Tlatar, Pemkab membangun kolam induk dan kolam pemijahan, sedangkan di Methuk dibangun kolam pendederan (benih hasil pemijahan). Di Methuk ini nantinya sekaligus sebagai lokasi penjualan benih. “Jadi nanti jualan benihnya di Methuk,” kata dia.

Total volume kolam untuk induk adalah 500 meter kubik yang terbagi dalam beberapa kolam, kolam pemijahan 400 meter kubik, dan kolam pendederan 400 meter kubik.

Pemindahan BBI lama ke BBI baru ini diterget tuntas pada akhir tahun ini. Diharapkan, BBI baru terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan benih ikan bagi masyarakat.

“Akhir tahun ini Bangak sudah pindah meskipun pembangunan lanjutan belum di mulai karena saat ini masih tahap penyelesaian DED [detail engineering design],” kata Juwaris.