Konvoi Lulusan SMA/SMK, 92 Kendaraan Disita Polres Klaten

Anggota Satlantas Polres Klaten mengecek sepeda motor yang disita dari pelajar konvoi saat kelulusan sekolah, Kamis (3/5 - 2018). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)
05 Mei 2018 12:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com KLATEN – Sebanyak 92 sepeda motor disita aparat Satlantas Polres Klaten, Kamis (3/5/2018) sore. Kendaraan itu disita lantaran tak memenuhi standar serta digunakan untuk konvoi lulusan SMA/SMK.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, melalui KBO Satlantas Polres Klaten, Iptu Sarwoko, mengatakan, upaya antisipasi aksi konvoi kelulusan sudah dilakukan sejak Kamis pagi. Aparat dari polres hingga polsek menggelar patroli ke berbagai daerah.

Tokopedia

"Kami antisipasi sejak dini agar kejadian tahun lalu tak terulang. Kendaraan-kendaraan ini disita ketika mereka akan bersiap melakukan konvoi. Mereka juga dibawa ke masing-masing polsek untuk dilakukan pembinaan," kata dia saat ditemui di Mapolres Klaten, Jumat (4/5/2018).

Ia mengatakan kendaraan tersebut disita lantaran tak memenuhi standar berkendara. Beberapa kendaraan ada yang dipasangi knalpot bolong bersuara nyaring hingga mengganggu warga. "Dari 92 kendaraan itu, kami lakukan penilangan kepada 71 pemilik kendaraan. Sementara, 21 pemilik kendaraan belum kami tilang karena belum diketahui pemiliknya. Yang jelas seluruh kendaraan kami tahan di polres," ungkapnya.

Kendaraan tersebut disita di mapolres hingga pemilik sudah menjalani sidang tilang. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi pemilik kendaraan sebelum mereka membawa pulang sepeda motor. "Boleh dibawa pulang kalau sudah bukti sidang tilang. Selain itu, kendaraan harus dikembalikan ke kondisi standar. Seperti knalpot yang masih bolong harus diganti," urai dia.

Salah satu orang tua pelajar, Bedung, mengatakan kendaraan anaknya bernama Doni ikut disita. Ia menegaskan anaknya yang masih pelajar SMA kelas XI tak ikut aksi konvoi. "Tidak ikut konvoi. Saat itu kan ia sedang duduk di belakang toko Cempaka. Tahu-tahu dipanggil temannya. Setelah itu polisi datang, kendaraan anak saya ikut disita. Padahal surat-surat lengkap seperti STNK dan SIM. Ya harusnya dicek dulu anak itu ikut aksi konvoi kelulusan atau tidak," tutur dia saat ditemui di mapolres.

Sementara, itu dari total 4.445 pelajar yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, terdapat 11 pelajar dinyatakan tak lulus ujian lantaran tak mengikuti UNBK. “Alasan pelajar itu tidak ikut UNBK beragam. Ada yang mengatakan anak sudah terdaftar sebagai peserta ujian namun tidak aktif di sekolah. Selain itu ada yang sakit sejak ujian utama dan susulan,” kata Ketua MKKS SMA, Kawit Sudiyono.

Sementara itu, untuk tingkat SMK ada delapan siswa yang tidak tercatat dalam daftar kelulusan. Penyebab mereka tak lulus juga beragam seperti lantaran sakit hingga meninggal dunia.