Ikut Digugat soal Jual Beli BCB Keluarga Cendana, Ini Penjelasan BPN Solo

PN Solo menggelar sidang perdata jual beli tanah dan BCB melibatkan keluarga Cendana, Rabu (2/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
06 Mei 2018 13:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo memastikan tanah seluas 22.550 meter persegi yang terdapat bangunan bekas Rumah Sakit Kadipolo merupakan tanah milik negara yang diberikan kepada Sigit Harjojudanto, putra kedua mantan Presiden RI, Soeharto.

“Kami pastikan sertifikat tanah seluas 22.550 meter persegi di Jl. dr. Rajiman, Panularan, Laweyan, atas nama milik Sigit,” ujar Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Solo, Joko Setiyadi, mewakili Kepala BPN Solo, Sunu Duto Widjomarmo, Jumat (4/5/2018).

Tokopedia

Hal itu disampaikan Joko menanggapi gugatan PT Sekar Wijaya  kepada BPN Solo dan tiga anggota keluarga Cendana atas kasus jual beli tanah berisi bangunan cagar budaya (BCB) yakni eks Rumah Sakit Kadipolo.

Joko mengungkapkan tanah tersebut didapat Sigit karena ada pemberian hak tanah negara setelah Sigit mengajukan permohonan. Pembuatan sertifikat tanah tersebut sesuai prosedur di BPN. Ia memastikan Sigit saat membuat sertifikat tanah mengeluarkan dana kompensasi. Dana kompensasi tersebut oleh BPN diberikan kepada negara.

“Tanah tersebut kemudian berubah status menjadi tanah BCB [Benda Cagar Budaya] setelah sertifikat tanah dikeluarkan BPN. Kami pastikan yang menjadikan kawasan itu sebagai BCB bukan BPN, tetapi Pemkot Solo,” kata dia.

Ia mengakui ada perjanjian jual beli tanah antara Sigit dengan perusahaan properti asal Jakarta, PT Sekar Wijaya, setelah ada permohonan balik nama sertifikat tanah. BPN tidak melarang adanya jual beli tanah kawasan BCB. Namun, yang harus diketahui adalah pembeli tanah tidak diperbolehkan mengubah fungsi aset BCB di tanah situ.

“Kami menjadi salah satu pihak yang digugat PT Sekar Wijaya. BPN akan menghormati proses hukum di Pengadilan Negeri Solo,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan, tiga orang dari keluarga besar Cendana digugat PT Sekar Wijaya di Pengadilan Negeri (PN) Solo dengan materi perbuatan melawan hukum kasus jual beli tanah seluas 22.550 meter persegi di Jl. dr. Rajiman Panularan, Laweyan. Di tanah tersebut terdapat bangunan benda cagar budaya (BCB) yakni eks Rumah Sakit Kadipolo.

Kuasa Hukum PT Sekar Wijaya, Khairil Poloan, memastikan akan membawa kasus ini ke Polresta Surakarta dalam kasus penipuan  dan penggelapan uang pembelian tanah senilai Rp21,5 miliar. Ia menilai dari hasil analisis perdata yang ditangani PN Solo, kasus ini juga masuk unsur pidana yakni Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.