Hasiarnas, Wawali Solo Puji Kekompakan 13 Stasiun Radio Soloraya

Suasana live on air bareng 13 radio Soloraya di CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (6/5 - 2018). (Istimewa/Noer Atmaja)
06 Mei 2018 17:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 13 stasiun radio se-Soloraya siaran live on air bareng dalam rangka Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Hasiarnas) ke-85 tahun 2018 di Car Free Day (CFD) simpang empat Ngarsopuro, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (6/5/2018) pagi.

Ke-13 Stasiun Radio tersebut yakni Solo Radio, PTPN, El Shaddai FM, Solopos FM, Persada FM, Mentari FM, TA Radio, Gesma FM, Karavan Jimbaran, Metta FM, RIA FM, CJDW FM Boyolali, dan MH FM. Seluruh stasiun radio itu berpatisipasi dalam kegiatan  yang bertajuk “Radio Solo Raya Satu Suara” itu.

Tak hanya melakukan siaran bersama, beberapa special performance dari masing-masing radio turut menyemarakkan kegiatan Minggu pagi itu. Seperti penampilan musik akustik dari Solopos FM, Senam SKJ 2004 dari Mentari FM, Dalang Bocah dari Persada FM, hingga flashmob dari Solo Radio.

Aksi tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di CFD. "Seluruh radio di Soloraya betul-betul satu suara, kompak, dinamis, dan membanggakan bagi insan penyiaran,” kata Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana.

Dia berharap kegiatan itu mampu menginsipirasi insan penyiaran di seluruh Indonesia. Selain di Kota Solo, kegiatan serupa diadakan di Purwokerto dan Semarang. Khusus di Semarang, kegiatan akan digelar pada 9 Mei bersamaan dengan malam Penganugerahan Penyiaran KPID Jawa Tengah.

“Kekompakan insan radio di Soloraya ini luar biasa. Satu suara satu tujuan untuk mewujudkan suara yang sehat informasi yang sehat informasi yang mendidik," kata dia.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo juga mengapresiasi acara  tersebut. Purnomo mengatakan eksistensi radio perlu diperkuat lagi di tengah perkembangan zaman yang pesat. “Kita berharap radio di Soloraya dapat memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai luhur melalui siaran udara,”katanya.

Menurut Purnomo, Kota Solo adalah kotanya penyiaran karena kali pertama berdirinya Solosche Radio Vereeninging (SRV) sebagai stasiun radio satu-satunya pertama milik bangsa Indonesia pada 1 April 1933. SRV didirikan Mangkoenagoro VII yang memadukan teknologi modern dan budaya tradisional.

“Dari SRV inilah mampu memberikan semangat daerah luar Solo untuk mendirikan stasiun radio lainnya,” katanya.

Merujuk sejarah itu kemudian Hari Penyiaran Nasional dideklarasikan di Balai Kota Solo  pada 1 April 2010. Ketua Panitia Kegiatan, Yunianto Puspowardoyo, mengatakan kegiatan kali ini ditujukan memperkuat dan mempererat hubungan lembaga penyiaran radio di Soloraya.

Seluruh stasiun radio di Soloraya memiliki latar belakang dan segmen yang variatif. Namun tetap memiliki satu visi bahwa media radio saat ini masih eksis dan tetap menjadi media yang efektif dan terpercaya untuk menyampaikan bebagai informasi bagi masyarakat.

 

Tokopedia