Padat Karya Dana Desa, Warga Sukoharjo Dapat Rp60.000/Hari

Warga mengecor rabat jalan antardusun di wilayah Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Minggu (6/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
06 Mei 2018 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah pemerintah desa di Sukoharjo mulai mengimplementasikan program padat karya tunai yang dibiayai dana desa. Setiap warga yang dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur padat karya diberi upah Rp60.000 per hari.

Sebagian besar desa di Sukoharjo telah mencairkan dana desa tahap I sebesar 20 persen. Pada 2018, pengerjaan proyek fisik dilakukan swakelola untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Masyarakat setempat diberdayakan menjadi pekerja proyek fisik.

Tokopedia

“Proyek fisik yang dikerjakan secara swakelola adalah pembangunan cor rabat jalan sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter,” kata Kepala Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sulistyo Mulyono, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (6/5/2018).

Proyek pengecoran rabat jalan itu menelan dana senilai Rp8 juta. Sebagian dana digunakan untuk membeli bahan material bangunan seperti semen dan pasir. Sebagian dana lainnya untuk membayar upah para pekerja lokal. Jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam pengecoran rabat jalan hampir 50 orang.

Masing-masing masyarakat yang bekerja mengecor rabat jalan diberi upah  Rp60.000 per hari. “Mereka rata-rata menerima upah Rp60.000 per hari saat mengerjakan proyek fisik di satu lokasi. Masyarakat menerima penghasilan tambahan otomatis kesejahteraan mereka meningkat,” ujar dia.

Sejatinya, pengerjaan proyek fisik di Desa Karangwuni dimulai pada awal Mei. Proyek fisik yang dikerjakan adalah perbaikan saluran drainase di sejumlah lokasi. Desa Karangwuni merupakan salah satu daerah yang kerap dikepung banjir saat musim penghujan. Karena itu, prioritas pembangunan infrastruktur difokuskan pada perbaikan saluran drainase.

“Saya memprioritaskan perbaikan saluran drainase untuk mengantisipasi genangan air saat turun hujan lebat dengan intensitas tinggi. Perbaikan saluran drainase dilakukan di beberapa wilayah rukun warga [RW],” tutur dia.

Sementara itu, koordinator petugas pendamping desa  di Kecamatan Polokarto, Tri Setianto, menyatakan pengecoran rabat jalan di Desa Karangwuni menjadi proyek fisik kali pertama yang dikerjakan menggunakan konsep padat karya tunai di wilayah Polokarto. Desa lainnya bakal melakukan hal serupa lantaran telah menerima bantuan dana desa.

Di Polokarto, jumlah desa yang belum mencairkan dana desa tahap I sebanyak lima desa. “Mudah-mudahan kelima desa itu segera mencairkan dana desa lantaran waktunya cukup mepet. Dua pekan lagi sudah memasuki bulan puasa. Pengerjaan proyek fisik harus digenjot untuk mengejar target rampung tepat waktu,” kata dia.