Ramadan, Pemkab Sukoharjo Tak Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg

ilustrasi elpiji melon 3 kg. (Solopos/Dok)
06 Mei 2018 20:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo belum ada rencana mengajukan tambahan kuota harian elpiji ukuran 3 kilogram (kg) ke Pertamina menjelang Bulan Puasa. Tingkat permintaan elpiji 3 kg di di pasaran dinilai masih normal.

Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo, mengatakan permintaan elpiji 3 kg di pasaran Sukoharjo masih normal menjelang Ramadan. Sutarmo selalu memantau permintaan elpiji 3 kg di sejumlah pangkalan maupun pengecer.

“Belum ada pengajuan [kuota harian elpiji 3kg]. Masih normal [tingkat permintaan elpiji 3kg] sehingga tak perlu ditambah,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/5/2018).

Alokasi kuota harian elpiji 3 kg Sukoharjo kali terakhir ditambah pada Februari 2018. Kala itu, harga elpiji 3 kg di pasaran mencapai Rp22.000 per tabung. Kondisi ini dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat.

Pemkab Sukoharjo lantas mengajukan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg sebanyak 643 tabung ke Pertamina untuk memenuhi permintaan masyarakat. “Saat itu, alokasi kuota harian elpiji 3 kg ditambah menjadi dari 28.978 tabung menjadi 29.621 tabung. Sekarang belum perlu penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg,” ujar dia.

Biasanya, Pemkab Sukoharjo mengajukan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg ke Pertamina beberapa pekan menjelang Lebaran. Hal itu karena diyakini permintaan elpiji 3 kg bakal melonjak tajam.

Masyarakat bakal memborong kebutuhan pokok dalam jumlah besar untuk dimasak. Otomatis kebutuhan elpiji 3kg di masyarakat lebih besar dibanding hari biasa. “Kaum boro bakal mudik ke kampung halaman mulai sepekan menjelang Lebaran. Nah, saat itu, permintaan elpiji 3 kg bakal meningkat pesat,” tutur Sutarmo.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo ini menjelaskan segera berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya untuk menghitung perkiraan kebutuhan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg. Dia berharap masyarakat tak kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg selama Bulan Puasa.

Sementara itu, seorang warga asal Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Astuti, meminta agar instansi terkait mengantisipasi apabila terjadi kelangkaan elpiji 3 kg di pasaran saat Ramadan nanti. Astuti memahami fenomena tingginya tingkat permintaan elpiji 3 kg menjelang Lebaran. Masyarakat membutuhkan elpiji untuk memasak berbagai bahan makanan yang disajikan saat Lebaran.

Kondisi itu harus dibarengi dengan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg agar tak terjadi kelangkaan di tingkat pengecer. “Biasanya, elpiji 3 kg hilang di pasaran pada beberapa hari menjelang Lebaran. Masyarakat terpaksa mengantre di pangkalan agar mendapat elpiji 3 kg,” kata dia.