PHDI Jateng Ingatkan Kerukunan Antarumat Beragama

Umat Hindu melakukan upacara Tawur Kesanga di Pura Tunggal Ikan, desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jumat (16/3 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
06 Mei 2018 04:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, I Nyoman Surahatta mengingatkan kembali solidaritas dan kerukunan sesama umat, antarumat beragama, maupun kepada Sang Pencipta.

Hal tersebut dikatakannya pada Perayaan Dharma Santi bertema Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Solidaritas sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI di Pendapa Gede Boyolali, Sabtu (28/4/2018).

“Perayaan Dharma Santi di Kabupaten Boyolali ini sebagai salah satu bukti nyata hubungan yang harmonis antara pemimpin dan masyarakatnya,” ujarnya sebagaimana disampaikan dalam rilis Pemkab.

I Nyoman Surahatta juga mengimbau kepada umat Hindu agar senantiasa mewujudkan kerukunan agar tercipta suasana yang kondusif.

Sementara itu, dengan dibangunnya tempat ibadah lima agama di kompleks baru perkantoran terpadu Pemkab Boyolali menambah kesan kerukunan umat beragama di kabupaten yang dikenal dengan Kota Susu ini.

Di sisi lain, acara Perayaan Dharma Santi tersebut merupakan salah satu bentuk perayaan sukacita setelah melalui Brata Penyepian, sekaligus sebagai sarana untuk menjalin dan mempererat silaturahmi antarumat Hindu yang ada di Kabupaten Boyolali.

Sementara itu, Pemkab Boyolali melalui Kabag Kesra Setda Hendrayanto B.L mengungkapkan rasa bangganya bisa menyelenggarakan perayaan bagi umat Hindu tersebut. Dia juga menjelaskan, Pemkab Boyolali selalu berupaya menyediakan anggaran khusus untuk setiap agama di Kabupaten Boyolali agar setiap tahun mampu memberikan fasilitas masyarakat dalam perayaan masing masing agama.

“Boyolali tidak hanya mampu menonjolkan bangunan tempat ibadah umatnya, tetapi juga keanekaragaman agama beserta kerukunan dan kekompakan yang terjalin. Semoga dapat selalu terjaga,” ungkapnya.