3 Anggota Keluarga Cendana Dilaporkan ke Polresta Surakarta

PN Solo menggelar sidang perdata jual beli tanah dan BCB melibatkan keluarga Cendana, Rabu (2/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
07 Mei 2018 20:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Sekar Wijaya, perusahan properti asal Jakarta, akan melaporkan tiga anggota keluarga Cendana  ke Polresta Surakarta. Pelaporan tersebut terkait kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian lahan bekas Rumah Sakit (RS) Kadipolo yang merupakan benda cagar budaya (BCB), Panularan, Laweyan.

Ketiga anggota keluarga Cendana tersebut yakni Sigit Harjojudanto, Haryo Putra Nugroho, dan Retnosari Widowati Harjojudanto. Sigit merupakan anak kedua mantan Presiden RI, Soeharto. Sebelumnya mereka sudah digugat di Pengadilan Negeri (PN) Solo  terkait penjualan aset yang sama.

“PT Sekar Wijaya telah melaporkan Sigit beserta dua orang lainnya ke Polresta Surakarta dalam kasus penipuan dan penggelapan. Saya kurang begitu tahu kapan berkas laporan dikirim ke Polresta Surakarta,” ujar Ketua Tim Kuasa hukum PT Sekar Wijaya, Khairil Poloan, saat dihubungi Solopos.com, Senin (7/5/2018).

Khairil mengungkapkan yang menangani kasus pidana ini di Polresta Surakarta bukan dari tim advokat Khairil Poloan and Partners. Ia tidak menyebutkan tim advokat yang menangani kasus pidana ini.

“Saya hanya menangani perkara perdata kasus ini di PN Solo. PT Sekar Wijaya menunjuk tim advokat lain untuk menangani kasus pidananya di Polresta,” kata dia.

Ia menjelaskan menurut informasi yang dia tahu berkas perkas laporan kasus penipuan jual beli tanah eks RS Kadipolo  sudah sampai ke Satreskrim Polresta. Selanjutnya Satreskrim memintai keterangan ketiga orang yang diduga telah melakukan penipuan terhadap PT Sekar Wijaya.

Setelah itu, polisi juga akan memanggil perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jateng dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Solo. Ditanya soal pemberian tali asih senilai Rp5 juta kepada warga yang menempati tanah sengketa agar pindah, Khairil mengaku kurang begitu tahu karena PT Sekar Wijaya tidak bercerita soal itu.

“Saya hanya diberikan tugas menangani kasus perdata ini. Sementara soal teknis di lapangan kurang begitu tahu,” kata dia.

Plh. Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo, mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengaku belum menerima berkas laporan kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian tanah eks RS Kadipolo dari PT Sekar Wijaya.

“Kami belum ada agenda memanggil terlapor [keluarga Cendana, Sigit, Haryo, dan Retnosari]. Kalau berkas sudah masuk akan diberitahu ke media,” kata dia.