Pabrik Aspal Hotmix Berdiri di Sukoharjo, Jalan Kampung Bakal Mulus

Asphalt Mixing Plant, AMP, PT Berkah Solo Berdikari, PT Berseri Sukoharjo, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (tiga kanan) didampingi Wabup Sukoharjo, Purwadi (kanan) dan Dirut PT Berkah Solo Berdikari (Berseri), Agung Dwi Sulistyo (baju putih, tengah) melepas balon menandai operasional pembuatan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pabrik pengolahan aspal hotmik di Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Sabtu (5/5 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
07 Mei 2018 09:00 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Masyarakat sekitar pabrik  pengolahan aspal hotmik atau Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Berkah Solo Berdikari (Berseri), Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo akan mendapatkan pembangunan aspal jalan kampung. Pengaspalan jalan sepanjang 100 meter dilakukan secara bergiliran dengan mempertimbangkan kesiapan warga. Prioritas awal, pengaspalan jalan kampung diperuntukkan bagi warga rukun tetangga (RT) di lima kampung yakni Dukuh Ledok, Dukuh Daleman, Dukuh Langkap, Dukuh Pilangrejo dan Dukuh Tompe, Desa Lorog.

Pengaspalan jalan kampung merupakan salah satu bagian dari Coorporate Social Responcibility (CSR) selain memberikan uang kas dan uang kegiatan kemasyarakatan. Pernyataan itu disampaikan Ketua Panitia Pengoperasian pabrik AMP, Awieg Suwignyo, Sabtu (5/5/2018). Peresmian operasional dilakukan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dengan pelepasan balon dan pembagian bingkisan sembako kepada 20 warga kurang mampu sekitar pabrik.

“Pengaspalan akan dilakukan tergantung kesiapan masing-masing RT karena sebelum pengaspalan hotmik harus ada pemerataan,” ujar Awieg.

Dia mencontohkan kebutuhan aspal hotmik untuk jalan kampung sepanjang 100 meter sebanyak 15 ton. Awieg yang juga Manajer Human Resources Departement, menjelaskan pabrik  aspal yang dibangun merupakan kali pertama di Sukoharjo. Menurutnya, latar belakang pendirian salah satunya karena faktor ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Sukoharjo.

“Saat ini, bahan baku aspal diambil di Sukoharjo diolah di luar dan dikembalikan ke Kabupaten Makmur. Kami berharap dengan adanya pabrik tidak ada lagi jalan berlubang. Tinggal perencanaan anggaran untuk menyempurnakan prasarana jalan sehingga pengguna jalan di Sukoharjo nyaman,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan lahan yang dimanfaatkan untuk pabrik seluas 4.964 meter persegi dan bakal diperluas hingga satu hektare. Dirut PT Berseri, Agung Dwi Sulistyo, menambahkan kapasitas produksi setiap hari sejumlah 600 ton hingga 1.600 ton. “Kami ingin menambah pendapatan di sektor pajak Sukoharjo. Artinya, kebutuhan aspal hotmik bersumber anggaran APBN dari rekanan luar daerah mengambil barang di Sukoharjo dan membayar pajak di Sukoharjo. Kami akan support rekanan Sukoharjo untuk mencukupi kebutuhan aspal.”

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya berharap produksi aspal berimbas dalam pembangunan Kabupaten Sukoharjo, khususnya perbaikan sarana dan prasarana transportasi jalan. “Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Penyediaan sarana dan prasarana merupakan bagan terpenting dalam upaya pengembangan dan pembangunan wilayah.”

Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana transportasi memadai dapat meningkatkan perekonomian dan menunjang segala kegiatan sosial.