Diresmikan, Inilah Gedung PGRI Hasil Iuran Guru Sukoharjo Rp4,67 miliar

Graha PGRI Sukoharjo yang baru saja diresmikan, Senin (7/5 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
07 Mei 2018 14:05 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sukoharjo yang dibangun  dengan dana hasil iuran anggota senilai Rp4,67 miliar sudah kelar dibangun dan diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Senin (7/5/2018).

Gedung yang diberi nama Graha PGRI Sukoharjo dan terletak di Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, itu diperuntukkan sarana pertemuan anggota PGRI dan hajatan bagi anggota maupun masyarakat umum.

Tokopedia

Anggaran pembangunan  gedung berasal dari iuran anggota yang nilainya bervariasi untuk masing-masing anggota. Besar nominal iuran dibedakan antara guru yang telah besertifikat dan guru yang belum besertifikat.

Setiap anggota diminta membayar iuran sesuai jenjang kepangkatan selama dua tahun sesuai rencana pembangunan gedung tetapi pembangunan gedung bisa selesai dalam waktu 15 bulan. “Pembangunan gedung [PGRI] ini dilatarbelakangi mimpi besar seusai acara konfercab pada 7 November 2015 dilanjutkan pleno pengurus pada 4 April 2016,” jelas Ketua PGRI Sukoharjo, Bambang Sutrisno, saat peresmian gedung, Senin.

Mantan Sekretaris DPRD Sukoharjo ini menjelaskan saat pembahasan rencana pembangunan gedung muncul banyak persoalan mulai dari status tanah, data anggota, hingga mekanisme iuran. Menurutnya, semua persoalan bisa dicarikan solusi dan tinggal sertifikat tanah.

“Sertifikat tanah sudah dalam proses di Kantor Badan Pertanahan Nasional. Selain iuran anggota, kelengkapan prasarana gedung mendapatkan bantuan dari pihak ketiga dan Pemkab Sukoharjo. Pemkab Sukoharjo membantu pembangunan pagar sedangkan pihak ketiga membangun masjid,” jelasnya.

Bambang mengapresiasi anggota PGRI yang tepat waktu melakukan pembayaran. Pembayaran proyek itu masih berutang kepada rekanan senilai Rp700 jutaan.

“Kekurangan pembayaran akan diselesaikan pada Agustus mendatang sesuai tahapan iuran anggota. Kami bangga dan mengapresiasi keikhlasan anggota membayar iuran sehingga gedung bisa dibangun.”

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam kesempatan itu menjanjikan bantuan senilai Rp150 juta. Dana bantuan itu untuk penyempurnaan pagar gedung.

“Saya lihat bangunan baru sebagian selesai. Bagian belakang sudah bagus tetapi bagian depan sini belum. Untuk itu kami bantu lagi senilai Rp150 juta.”

Wardoyo berharap Graha PGRI digunakan untuk kegiatan PGRI, seperti peningkatan kompetensi guru, tempat koordinasi dan komunikasi antaranggota, dan kegiatan masyarakat Sukoharjo. “Graha ini juga bisa untuk bisnis dalam upaya meningkatkan pendapatan organisasi biar hidup.”

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Jateng, Samiaji, mengatakan sudah ada dua PGRI yang membangun gedung melalui iuran anggota yaitu PGRI Wonogiri dan Sukoharjo.
Berikut nominal iuran anggota PGRI Sukoharjo untuk membangun Graha PGRI:
Guru bersertifikat:
1. Golongan IV per orang Rp40.000 per bulan
2. Golongan III per orang Rp35.000 per bulan
3. Golongan II per orang Rp30.000 per bulan
Guru yang belum bersertifikasi
1. Golongan IV per orang Rp25.000 per bulan
2. Golongan III per orang Rp20.000 per bulan

Total anggota PGRI Sukoharjo: 6.250 orang
Bantuan APBD Sukoharjo Rp250 juta
Bantuan pembangunan masjid dari yayasan di Surabaya senilai Rp161 juta
Deskripsi bangungan:
1. Luas tanah : 5.111 meter2
2. Luas bangunan : 1.764 m2
3. Kapasitas : 1.000 orang – 1.500 orang
4. Luas parkir : 2.500 m2
Fasilitas gedung
1. Kipas angin: 23 unit
2. Kursi : 500 unit
3. Sound System
4. AC
5. Ruang rias
6. Toilet
7. Ruang dan mesin genset
Sumber: Ketua PGRI Sukoharjo. (tus)