Makelar Mulai Bermain di Lahan Sekitar Proyek JLT Sukoharjo

ilustrasi sertifikat tanah. (antara)
07 Mei 2018 22:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Makelar tanah bergentayangan di lokasi pembangunan  jalur lingkar timur (JLT) terutama di wilayah Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Mereka menyasar lahan milik warga terdampak pembangunan jalur lingkar timur itu.

Roadmap pembangunan dua ruas jalur lingkar timur dimulai dari pertigaan Songgorunggi-Bendosari, jalan Mulur-Plarung, jalan Sugihan-Karanganyar hingga Palur, Mojolaban. Pembangunan jalur lingkat timur sepanjang 29 kilometer (km) senilai Rp300 miliar dilakukan untuk menyokong perluasan lahan zona industri Nguter.

Dalam waktu dekat, tim appraisal bakal menentukan harga tanah milik warga terdampak proyek pembangunan jalur lingkar timur. Situasi ini dimanfaatkan para makelar tanah untuk peluang bisnis. Mereka kerap mengorek informasi tentang tanah warga yang hendak dijual.

“Harga tanah milik warga di sepanjang lokasi pembangunan jalur lingkar timur dipastikan naik. Ini peluang bisnis yang tak datang dua kali,” kata seorang anggota persatuan makelar tanah (Permata) Bekonang, Suryono, saat berbincang dengan Solopos.com di Mojolaban, Sukoharjo, Senin (7/5/2018).

Kendati demikian, Suryono enggan membeberkan secara jelas patokan harga tanah milik warga. Harga tanah di lokasi pembangunan jalur lingkar timur bisa berubah setiap saat. Terlebih, tim appraisal belum menentukan harga tanah milik warga.

Suryono dan makelar tanah lainnya mengincar lahan milik warga yang letaknya strategis lantaran harganya lebih mahal. “Lahan milik warga yang terdampak proyek [pembangunan jalur lingkar timur] cukup banyak. Realistisnya ya menyasar lahan warga yang lokasinya strategis,” ujar dia.

Suryono memperkirakan harga tanah di wilayah Bendosari bakal terus melonjak tajam setelah proyek pembangunan jalur lingkar timur rampung. Kondisi perekonomian masyarakat bakal meningkat otomatis harga tanah di wilayah itu meningkat secara perlahan-lahan.

Sementara itu, seorang warga terdampak pembangunan jalur lingkar timur di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Suparno, mengatakan belum ada kegiatan sosialisasi lanjutan ihwal tahapan pembebasan lahan milik warga. Suparno juga belum mengetahui kisaran harga tanah di kawasan itu.

Ruas jalan Sugihan-Mertan-Bendosari bakal dilebarkan sebagai jalan penghubung jalur lingkar timur. Pemerintah harus membebaskan 431 bidang tanah milik warga sebelum mengerjakan proyek pelebaran jalan.

“Saya tidak tahu secara pasti harga tanah. Hingga sekarang belum ada sosialisasi lanjutan. Kami hanya menunggu,” kata dia.