PMI Boyolali Datangi Pendonor Malam Hari Saat Ramadan

Ilustrasi donor darah. (Bisnis/Dwi Prasetya)
07 Mei 2018 01:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALIPMI Boyolali akan mendatangi pendonor sukarela pada malam hari untuk menjaga pasokan darah pada bulan Ramadan 2018 ini. Petugas akan menemui para calon pendonor yang sudah menyatakan kesanggupan memberikan darah pada waktu setelah berbuka puasa.

Petugas humas PMI Boyolali Aziz Nugroho mengatakan, pada bulan puasa jumlah pendonor sukarela yang datang ke PMI akan berkurang dibandingkan hari-hari lain, sehingga pasokan darah juga akan berkurang.

Tokopedia

Oleh sebab itu, PMI Boyolali sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hal tersebut dengan mendatangi pendonor di malam hari. Saat ini pihaknya sudah mendata calon-calon pendonor sukarela yang akan didatangi. Mereka tersebar di tiga wilayah, yakni Boyolali wilayah barat, utara, dan timur.

Di wilayah barat para pendonor ini ada beberapa desa di Kecamatan Musuk. Pihaknya memperkirakan perolehan darah mencapai 50 kantong. “Sebenarnya di Musuk ini proyeksinya ada 70 orang atau 70 kantong, tetapi kami ambil angka kemungkinan 50 kantong dulu,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Di wilayah utara kelompok calon pendonor sukarela di Kecamatan Simo dan sekitarnya yang sudah siap menyumbangkan darah mereka sebanyak 130 orang. Rencananya, lanjut Aziz, petugas akan berangkat sore hari dan berbuka puasa bersama di sana. “Nanti kami berangkat pukul 17.00 WIB lalu buka bersama dan baru dilanjutkan acara pendonoran,” imbuhnya.

Sedangkan di wilayah timur mencakup kecamatan Banyudono, Teras, Sawit, dan sekitarnya setidaknya ada 150 orang yang menyatakan kesanggupan berdonor darah.

Selain upaya jemput bola di malam hari, PMI Boyolali juga bekerja sama dengan gereja-gereja di berbagai wilayah Boyolali agar jemaahnya berdonor di siang hari.

Sementara itu, upaya perolehan darah dengan cara reguler tetap dilakukan menjelang bulan puasa. Antara lain dengan mendatangi kelompok masyarakat atau sekolah-sekolah. “Seperti hari ini kami menggelar kegiatan donor darah di SMA di Ngemplak,” ujarnya.

Pihaknya berharap, langkah-langkah antisipasi itu dapat menjaga pasokan darah selama bulan Ramadan. “Kami harapkan dengan upaya ini stok darah selama bulan Ramadan akan tetap aman.”

Dia menjelaskan, stok darah di PMI Boyolali  yang terserap rumah sakit rata-rata 900 kantong per bulan. Sedangkan persediaan darah mencapai 1.300 kantong untuk mengantisipasi peningkatan permintaan mendadak.