Warga PSHT Dilarang Larut Dalam Politik Praktis

Pengurus baru PSHT Cabang Sragen dilantik di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Selasa (1/5 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
08 Mei 2018 05:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Muhammad Taufik, menyatakan perguruan silat yang berpusat di Madiun, Jawa Timur (Jatim) tersebut tidak punya afiliasi (keterkaitan) politik dengan partai politik (parpol) atau tokoh politik mana pun. PSHT murni sebagai perguruan bela diri silat sekaligus organisasi sosial kemanusiaan. Warga PSHT diminta tidak larut dalam gerakan politik praktis.

Pernyataan itu disampaikan Taufik saat diwawancara wartawan di sela pelantikan pengurus baru PSHT Cabang Sragen, di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Selasa (1/5/2018).

Tokopedia

"Di tahun politik ini kami membantu menciptakan suasana sejuk dan tentram di tengah masyarakat, bukan justru membuat kisruh," ujar dia.

Taufik mengaku tidak ingin PSHT terjebak dalam politik praktis pemilihan umum (pemilu), baik legislatif, maupun eksekutif. Warga PSHT yang tersebar di berbagai belahan Tanah Air diminta tidak larut dalam gerakan politik praktis. Disinggung keterlibatan warga PSHT dalam konflik horizontal, Taufik menegaskan mendukung aparat penegak hukum agar memproses secara hukum.

"Kami sudah sering sampaikan agar setiap pelanggaran hukum tetap diproses secara hukum. Kendati itu melibatkan warga kami. Tapi kami juga mengingatkan agar jangan sampai menimbulkan gesekan baik sesama warga PSHT maupun dengan warga," kata dia.

Penuturan senada disampaikan Ketua Harian PSHT Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun, Sunjoto Trilaksono. Ia menjelaskan warga PSHT kini telah tersebar di 200-an cabang di Tanah Air. Selain itu ada warga PSHT yang tersebar di beberapa komisariat di luar negeri.

"Komisariat kita ada di Inggris, Perancis, Malaysia, Jepang, Belanda, dan Italia. Kalau yang di Indonesia sudah lebih dari 200 cabang," kata dia.

Sunjoto menegaskan banyaknya warga PSHT saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kekuatan-kekuatan politik. Tapi menurut dia organisasi PSHT tidak pernah berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun. Komitmen tersebut akan terus dipegang teguh demi kelanggengan persaudaraan PSHT.

"Setiap warga PSHT punya hak politik yang bebas untuk digunakan," imbuh dia.

Sedangkan Ketua Cabang PSHT Sragen, Surtono, menyatakan kaderisasi warga PSHT akan terus berjalan. Saat ini menurut dia warga PSHT Sragen sudah mencapai 60.000 orang. "Itu baru Sragen. Kalau seluruh Indonesia sudah sampai jutaan orang," ujar dia.