Bank Daerah dan PDAM Karanganyar Terima Penghargaan Nasional

Ilustrasi pelayanan di bank daerah. (Bisnis/Rachman)
08 Mei 2018 02:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dua BUMD Karanganyar, yakni PD BPR Bank Daerah Karanganyar dan PDAM Tirta Lawu Karanganyar menerima penghargaan TOP BUMD 2018. Ajang penghargaan TOP BUMD 2018 oleh Majalah BusinessNews Indonesia bersama Asia Business Research Center serta beberapa lembaga tim penilai diselenggarakan di Rafflesia Grand Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Acara dihadiri 750 peserta, kepala daerah dan manajemen badan usaha milik daerah (BUMD) di Indonesia. Tema tahun ini BUMD Hebat, Kunci Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. PD BPR Bank Daerah Karanganyar menerima penghargaan kategori TOP BPRKU II 2018 (kabupaten). Selain Bank Daerah, BUMD lain, yaitu PDAM Tirta Lawu Karanganyar menerima penghargaan kategori BUMD Improvement 2018 karena TOP PDAM bidang peningkatan sistem manajemen dan human capital. Selain itu, Karanganyar menerima penghargaan kategori TOP Pembina BUMD 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menerima penghargaan tersebut. "Karanganyar dapat tiga tahun berturut-turut. Tahun ini dapat tiga untuk pembina BUMD, Bank Daerah Karanganyar, dan PDAM Tirta Lawu Karanganyar. Untuk bank, indikator penilaiannya pengelolaan dan kesehatan bank. Kalau PDAM soal manjemen, target dan realisasi, dan lain-lain," kata Samsi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/5/2018).

Dia mengapresiasi kerja dua BUMD tersebut. Dia berharap penghargaan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan maupun perusahaan daerah. Efek positif penghargaan tersebut adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan meningkatkan nilai penyerataan modal.

"Sebelumnya Rp30 miliar menjadi Rp50 miliar untuk Bank Daerah. Acuan perda baru. Dalam rangka berubah status menjadi PT. Kalau PDAM masih menunggu persetujuan dan mekanisme yang tepat," tutur dia.

Di sisi lain, Samsi menantang manajemen PD BPR Bank Daerah Karanganyar dan PDAM untuk berinovasi. Terutama meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dia mencontohkan bank plat merah itu mencuri start pelayanan pada pagi hari atau menambah jam pelayanan untuk menggaet kalangan tertentu.

"Ngalahi buka lebih pagi untuk gaet pedagang. Atau tutup lebih sore untuk menggaet UMKM. Didatangi satu-satu, diprospek. Berani atau enggak?" tantang Samsi.