Kebakaran Karanganyar: Rumah Oven Kayu Jumantono Terbakar, Pemilik Rugi Rp390 Juta

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
08 Mei 2018 18:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ruang oven kayu pada rumah penggergajian dan pengolahan kayu di Dukuh Swareng, RT 001/RW 002, Desa Tunggulrejo, Jumantono, Karanganyar, terbakar pada Selasa (8/5/2018) pukul 06.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran  itu. Sedangkan kerugian material ditaksir mencapai Rp390 juta. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, rumah penggergajian dan pengolahan kayu itu milik Samroh, 47, yang tinggal di alamat sama dengan lokasi penggergajian kayu itu.

Kebakaran diketahui kali pertama oleh salah seorang karyawannya, Setu, 40, warga Dukuh Swareng, RT 005/RW 002, Tunggulrejo, Jumantono, Karanganyar. Saat kejadian, Setu hendak mengecek ruang oven kayu. Saat itu, dia melihat asap mengepul dan membubung dari atap salah satu bangunan rumah penggergajian dan pengolahan kayu.

Melihat hal itu, Setu berteriak meminta tolong. Dia memberi tahu rekannya, Pardi, 35, dan pemilik rumah penggergajian dan pengolahan kayu, Samroh. Mereka mengecek asal asap. Ternyata, asap berasal dari tumpukan kayu yang sedang dioven. Kayu dalam keadaan terbakar.

Kapolsek Jumantono, AKP Sutami, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan Samroh menghubungi kantor pemadam kebakaran Karanganyar. Selang beberapa saat, tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.

"Dari Karanganyar  dan satu unit mobil tangki air dari BPBD Karanganyar. Menyusul kemudian tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Solo," kata Kapolsek.

Proses pemadaman memakan waktu lama atau sekitar 3,5 jam. Api dapat dipadamkan pukul 09.30 WIB. Api merembet dan membakar tumpukan kayu. Api diduga muncul akibat hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada mesin blower.

"Api berhasil dipadamkan setelah membakar 50% bangunan. Total kerugian korban Rp390 juta. Perinciannya kayu olahan jenis mahoni 30 kubik Rp180 juta, tempat dan alat oven Rp180 juta, dan bangunan berupa brak Rp30 juta. Situasi hingga pemadaman rampung, aman dan terkendali."