Perguruan Silat Solo Dukung Pilkada Damai

Ilustrasi pencak silat. (Harian Jogja/Desi Suryanto)
09 Mei 2018 01:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Ribuan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat di Kota Solo memenuhi Stadion Sriwedari Solo, Minggu (6/6/2018) pagi. Mereka berkumpul untuk mengikuti Apel Silahturahim Perguruan Pencak Silat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan. Setelah sesi sambutan atau pemberian pengarahan, acara dilanjutkan dengan kegiatan pembacaan ikrar bersama untuk Solo Damai. Sekitar 2.500 pesilat dari 20 perguruan pencak silat di Solo yang hadir diajak untuk berkomitmen atas tiga hal, yakni menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan segala bentuk black campaign, hoaks, maupun ujaran kebencian, mendukung TNI-Polri dan Pemkot Solo untuk turut serta menyukseskan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 dengan damai, serta siap mengajak seluruh masyarakat Solo selalu guyub-rukun, dan berkomitmen menciptakan Solo damai.

Tokopedia

Pembacaan ikrar bersama dipimpin oleh Ketua IPSI Solo, Ms. Kalono. Setelah itu, para pemimpin atau ketua perguruan silat yang hadir dalam acara diminta untuk maju guna menandatangani teks ikrar. Acara Apel Silaturahmi Perguruan Pencak Silat kemudian ditutup dengan panampilan silat kolosal yang dilakukan oleh 2.000 pesilat perwakilan dari 20 pergurusan pencak silat di Solo. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Minggu pagi, para pesilat yang berada di Stadion Sriwedari tak membubarkan diri setelah apel. Mereka hanya bergeser tempat dan mengatur posisi baru untuk persiapan mengikuti Kirab Budaya Pencak Silat.

Ketua Panitia Apel Silaturahim Perguruan Pencak Silat dan Kirab Budaya Pencak Silat, Burhan Pagar Nusa Ababil, mengklaim Kirab Budaya Pencak Silat diikuti sekitar 5.000 pesilat yang berasal dari berbagai pergurusan pencak silat di Solo. Peserta kirab  merupakan para peserta apel ditambah para pesilat dari berbagai perguruan pencak silat yang sengaja dari awal diplotkan untuk melakukan atraksi di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi. Selama mengikuti kirab menuju Balai Kota Solo, para pesilat tersebut tak hanya berjalan kaki santai, melainkan unjuk kebolehkan menampilkan keindahan jurus dan seni pencak silat kepada para pengunjung CFD.

“Kami menggelar acara ini tidak lain untuk mengangkat dan memasyarakatkan seni pencak silat sebagai bela diri asli Indonesia. Selain itu, acara diadakan untuk memotivasi para pengurus dan anggota perguruan silat yang ada di Solo agar terus bangkit dan berkembang,” kata Burhan saat diwawancarai Solopos.com setelah acara, Minggu.

Burhan menambahkan Apel Silaturahim Perguruan Pencak Silat dan Kirab Budaya Pencak Silat digelar juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pencak silat itu santun dan halus sesuai dengan akar budaya Indonesia. Ajaran dalam pencak silat merupakan cerminan dari unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia. Pengurus IPSI Solo juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa pencak silat adalah olahraga beladiri yang mengandung nilai-nilai seni tradisional dari Indonesia. Pencak silat bahkan memberikan sumbangan dalam pembangunan manusia Indonesia khususnya menyangkut karakter bangsa (nation character).

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengapresiasi penyelenggaraan acara bertajuk Solo Silat Day tersebut. Dia berharap para pergurusan pencak silat di Solo bisa menjaga konsistensi untuk terus menjaga kedamaian Kota Bengawan.

“Jadi kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif yang digagas oleh IPSI dan seluruh perguruan silat di Solo. Mereka berkomitmen menjadikan kota Solo yang aman, nyaman, dan damai. Ini bagus. Walau berbeda-beda aliran atau perguruan, para pesilat di Solo siap menolak tindak kekerasan hingga ujaran kebencian terutama jelang Pilkada dan Pilpres 2019,” tutur Andy Rifai.