Alumni Usulkan SMP 5 Solo Jadi Labschool PGRI, Menurutmu?

SMPN 5 Solo. (Solopos/dok)
09 Mei 2018 08:00 WIB Moh. Nurhadi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Alumni SMPN 5 Solo mengusulkan konsep "Lab School PGRI SMP 5 Surakarta" tanpa perlu pemindahan sekolah. Ide tersebut mengemuka menyusul rencana pemindahan SMPN 5 Solo ke Mojosongo, Solo.

Kebijakan Pemkot Solo untuk memindahkan SMPN 5 Solo sebagai salah satu langkah pemerataan pendidikan di Kota Solo berbuntut panjang. Sejumlah pihak menolak rencana ini, salah satunya adalah alumni SMPN 5 yang tergabung dalam IKA [Ikatan Alumni] SMPN 5 Solo. Salah seorang pegiat IKA SMPN 5 Solo, Roko Patria, menyampaikan salah satu gagasan mengenai pemindahan SMPN 5 Solo.

"Kami sebagai warga Solo tentunya menginginkan yang terbaik untuk kota kita. Berkaitan dengan kebijakan pemkot yang mau memindahkan SMPN 5 dengan alasan pemerataan pendidikan kemudian ada alih fungsi dan sebagainya, kami sebagai alumni mengusulkan bukankah lebih baik dijadikan Labschool PGRI saja?" ujar Roko kepada Solopos.com Senin (7/5/2018) siang.

Ia melanjutkan, alumni menawarkan satu konsep "Lab School PGRI SMP 5 Surakarta". Konsep ini yang berarati tanpa perlu pemindahan. SMPN 5 ia sebut, bisa di sulap menjadi sekolah unggulan yang sekaligus berfungsi sebagai laboratorium pengajaran atau pendidikan PGRI.

"Kelas paralel bisa lebih disederhanakan dan juga kuantitas murid satu kelas dijadikan se-ideal mungkin sehingga mampu menunjang sistem zonasi," ujarnya.

Menurutnya, SMPN 5 bisa dikreasid sedemikian rupa sehingga mampu menjadi rujukan atau studi banding guru-guru di Indonesia atau bahkan internasional. Gedung SMPN 5 bisa lebih bermanfaat bila dijadikan tempat praktik mengajar, praktik penelitian, kelas microteaching, dan lain sebagainya.

"Unsur-unsur kebudayaan juga dapat lebih dimunculkan dan menjadi nilai unggul. Bahkan dengan hal-hal tersebut bisa lebih menguatkan karakter kota Solo sebagai kota budaya dan pendidikan dengan masih dilestarikannya warisan sekolah tengah kota," sambung Roko.

Lebih jauh, Roko menjelaskan dengan masukan tersebut, SMPN 5 akan lebih tepat guna dibanding hanya dijadikan museum saja. Ia juga menggaris bawahi terkait bangunan baru yang baru selesai dibangun [yang berada di Mojososongo] untuk tetap bisa difungsikan sebagai SMP dengan nama lain dan bukan SMP 5 tentunya.