Kecelakaan Sragen: Motor Vs Truk di Tanon, Paman dan Keponakan Meninggal

Ilustrasi area black spot atau rawan kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
09 Mei 2018 17:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor motor matik merek Honda Vario berpelat nomor AD2316 BRE dengan truk tronton terjadi di Jalan Pungkruk-Gabugan, tepatnya di wilayah Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen, Rabu (9/5/2018) siang.

Dua orang asal Dukuh/Desa Guworejo RT 014/RW 003, Karangmalang, Sragen, meregang nyawa di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak truk tronton. Korban meninggal dalam kecelakaan Sragen itu adalah pengendara motor, Suparmo, 56, dan pembonceng motor bernama Eni Sri Suwanti, 42.

Suparmo merupakan paklik atau paman Eni. Suparmo diketahui bekerja di Kementerian Kesehatan di wilayah Bogor sedangkan Eni bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sragen.

Informasi yang diperoleh solopos.com, peristiwa nahas itu bermula saat Suwandi, 62, dan Wardi, 32, warga Kediri, Jawa Timur, mengantar pesanan kayu sengon ke salah satu pabrik di kawasan industri Kalijambe Sragen dengan menggunakan truk tronton berpelat nomor AG 9220 US pada Rabu siang.

Seusai menurunkan kayu, mereka hendak kembali pulang ke Kediri dan melewati Jalan Pungkruk-Gabugan. Suwandi mengemudikan truk itu.

“Setelah melewati tikungan Jono saya melihat ada pengendara motor berboncengan berjalan zig-zag. Saya kira mau belok kanan tapi kembali kekiri lagi. Saya mulai mengerem truk. Semakin dekat motor itu seperti hilang kendali. Saya langsung menginjak rem penuh," ujar Suwandi saat di halaman parkir Mapolres Sragen Rabu sore.

Pada saat itu terjadi benturan antara truk dan motor. Benturan motor itu mengenai bagian kepala truk bagian kanan,” ujar Suwandin

Suwandi menduga dua orang pengendara motor itu mengendarai motor sambil telepon-teleponan.Saat di lokasi kejadian, ada dua ponsel yang remuk yang kemungkinan terjatuh.

Jarak Suwandi mengerem cukup jauh, sekitar 50 meter. “Ada bekas reman ban truk saya di lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara Kepala Kamar Mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Sukadi Ayub, menyampaikan kedua jenazah meninggal di lokasi kejadian karena ada luka berat. Dia menjelaskan Suparmo mengalami luka serius di bagian belakang kepalanya. “Kalau Mbak Eni mengalami patah tulang leher,” ujar dia.