GP Ansor Instruksikan Banser Rangkul Eks HTI

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (Antara/Sigid Kurniawan)
09 Mei 2018 04:20 WIB Newswire Nasional Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan kepada anggota Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merangkul eks anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Tujuannya adalah menggandeng mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi demi menegakkan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membangun negeri ini.

"[Mereka] jangan dimusuhi. Enggak boleh! Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama NKRI tegak berdiri, membangun negara tercinta ini," seru Yaqut dalam siaran pers yang diterima Kantor Brita Antara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/5/2018).

Tokopedia

Gus Yaqut menegaskan bahw eks HTI adalah saudara seiman sehingga tidak boleh dimusuhi apalagi dikucilkan. "Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahim yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya," tuturnya.

Atas putusan PTUN yang mengukuhkan pembubaran HTI, ia menginstruksikan seluruh anggota Ansor dan Banser bersama masyarakat untuk mengawal keputusan tersebut.  Anggota Ansor dan Banser bahkan dimintanya ikut memberi penjelasan kepada masyarakat bahwa HTI telah dibubarkan. Para anggota Ansor dan Banser, bahkan tidak boleh justru terprovokasi.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi putusan sidang HTI di PTUN Jakarta, Senin (7/5/2018) yang menolak gugatan HTI. Hal ini menguatkan SK Menkumham tentang Pembubaran HTI yang sebelumnya dikeluarkan pada Juni 2017.

Menurut dia, bukti-bukti bahwa HTI telah melanggar UU Ormas (perubahan Perrpu Ormas) telah menjadi fakta hukum yg tidak bisa dibantah. Kegiatan-kegiatan HTI telah bertentangan dengan ideologi Pancasila, yaitu menyebarkan paham khilafah.

"HTI harus menghormati putusan pengadilan. HTI harus menghentikan seluruh kegiatan-kegiatannya dan propaganda khilafah dalam bentuk apa pun. HTI harus tunduk dan patuh terhadap hukum di Indonesia, mengakui Pancasila sebagai dasar negara,"  ujar dia.

Ia gerakan HTI jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 yang mengancam keutuhan bangsa.  Dia menegaskan NKRI dengan dasar Pancasila merupakan bentuk final. Bangsa ini harus berpegang teguh dan mengimplementasikan Pancasila sebagai kalimatun sawa (kesamaan sikap dan langkah) dalam penyelenggaran negara.

"Maka, jika ada kelompok yang ingin mengganti NKRI yang berasaskan Pancasila dengan negara Islam melalui Daulah Islamiyah dan khilafah, mereka akan berhadapan dengan Ansor dan juga warga NU," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara