Penipuan Solo: Bakul HP Tertipu Tentara Gadungan Bersenjata Pistol Korek Api

Panit Resmob Polresta, Ipda Stevano Leonard Johannes (kiri), menunjukkan barang bukti kasus penipuan di Mapolresta Surakarta, Rabu (9/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
10 Mei 2018 10:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seorang pedagang handphone (HP) di Singosaren Plaza, Kemlayan, Serengan, Solo, SH, 47, warga Serengan, tertipu seorang pria yang mengaku anggota TNI di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pria bernama Adi Susanto Misma, 47, warga Jl. Kyai Haji Mudzakir No. 4 RT 004/RW 012, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, itu ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta belum lama ini. Kasus penipuan  itu terjadi pada 23 April.

Tokopedia

Modusnya, Adi mengaku sebagai anggota TNI di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan ke mana-mana membawa pistol korek api. "Saya mendatangi SH untuk bisnis jual beli belasan unit ponsel dengan nilai sekitar Rp16 juta. Setelah uang saya terima, ponsel tidak saya kirim ke SH," ujar Adi kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Rabu (9/5/2018).

Adi mengaku saat mendatangi SH di kiosnya mengenakan tas ransel doreng. Di dalam tas terdapat senjata api laras pendek yang tak lain pistol korek api untuk menakut-nakuti SH. "Saya nekat melakukan perbuatan ini karena terlilit banyak utang dan butuh uang untuk biaya persalinan istri di rumah sakit," kata dia.

Ia menjelaskan selama ini hanya bekerja sebagai driver mobil pribadi yang penghasilannya tidak banyak. Kemudian ia berusaha mencari pekerjaan sampingan, tetapi tidak berhasil hingga akhirnya mencari jalan pintas.

Panit Resmob Polresta, Ipda Stevano Leonard Johannes mewakili Plh Kasatreskrim Polresta AKP Sutoyo menjelaskan terungkapnya kasus penipuan  ini berdasarkan pengembangan kasus penipuan dengan korban Ing Ramto, warga Dukuh Sumyang RT 002/RW 006 Desa Jatipurno, Trucuk, Klaten, yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkot Solo.

Adi diketahui menipu Ing Ramto dengan mengaku sebagai karyawan PT Adira Finace dan menawarkan dua unit sepeda motor berharga murah hasil lelang senilai Rp34 juta. "Adi ternyata juga menipu penjual ponsel di Singosaren Plaza dengan modus sebagai anggota Kopassus untuk menakut-nakuti SH. Kerugian kasus penipuan  ini senilai Rp16 juta," ujar Stevano.

Satreskrim, lanjut dia, mengamankan barang bukti berupa kertas bukti transfer uang, buku tabungan, ponsel, pistol korek api, dan tas ransel doreng. Adi dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.