Pemkot Solo Isyaratkan Tak Ada Sunday Market Pascarevitalisasi Stadion Manahan

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
11 Mei 2018 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengisyaratkan Sunday Market Manahan  bakal dibubarkan selamanya. Hal itu tampak dari pernyataan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang belum memikirkan nasib ribuan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market seusai Stadion Manahan direnovasi.

Rudy menegaskan selama pelaksanaan renovasi Stadion Manahan berlangsung harus steril dari aktivitas pedagang yang menggelar dagangan setiap Minggu pagi di kawasan tersebut. “[PKL] Kon bali [suruh pulang] ke kampungnya masing-masing. Kebanyakan juga bukan orang Solo,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota, Rabu (9/5/2018).

Rudy menegaskan Pemkot Solo tidak menyiapkan lokasi alternatif bagi PKL Sunday Market  untuk beroperasi. Tak ada lahan di Kota Bengawan yang mampu menampung jumlah PKL Sunday Market yang mencapai ribuan orang.

Hal ini pula yang menjadi pertimbangan Pemkot belum memikirkan nasib para PKL tersebut. “Lahan yang bisa menampung pedagang dalam jumlah segitu tidak ada lagi,” katanya.

Sedangkan mengenai Stadion Manahan setelah direnovasi, Rudy mengatakan kawasan Gelora Manahan akan dikelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Pemkot Solo kini tengah fokus pada renovasi yang mulai memasuki tahapan lelang di pemerintah pusat.

Sesuai rencana renovasi Stadion Manahan  mulai dikerjakan pada Juni ini. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp200 miliar tersebut diperkirakan rampung akhir 2019 nanti. Stadion berkapasitas 20.000 orang itu akan disulap seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno mini sesuai mandatori FIFA.

Selama pengerjaan renovasi tidak hanya Persis yang akan dipindah baik latihan maupun pertandingannya, namun sejumlah kantor di kawasan tersebut juga harus dipindahkan. “Yang mungkin bertahan tempat Pelatnas NPC cabang tenis meja,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo Joni Hari Sumantri mengatakan sejak Desember lalu, Pemkot Solo telah menyampaikan terkait rencana renovasi Stadion Manahan kepada PKL Sunday Market. Pemkot Solo meminta pedagang mencari lokasi pengganti sendiri.

Pemkot tidak menyiapkan lahan pengganti bagi mereka. “Demi keamanan dan kenyamanan selama proyek berjalan, di sana harus steril dari berbagai aktivitas apa pun,” katanya.

Pemkot Solo kini tengah menyiapkan sosialisasi proyek revitalisasi Stadion Manahan. Dalam waktu dekat, tahapan sosialisasi akan dilakukan. Prinsipnya pada waktu pelaksanaan revitalisasi, Manahan harus steril. Sosialisasi itu juga guna memperjelas zona-zona steril pendukung proyek revitalisasi.

Berdasarkan rapat koordinasi yang diikuti Pemkot Solo serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta beberapa waktu lalu terungkap sasaran utama revitalisasi adalah bagian dalam stadion dan sisi luar dengan radius 15 meter. Revitalisasi itu dimulai maksimal pertengahan bulan depan.

Proyek itu ditarget rampung Oktober 2019. "Jadi lahan parkir, lapangan tenis, maupun velodrome masih bisa digunakan. Tapi akses pengunjung ke stadion jelas ditutup. Nanti akan kami bagi zonasi, mana saja area yang harus steril," papar Joni.