Proyek Jembatan Gambiran Sragen Rp2,495 Miliar Tanpa Lelang

Pekerja menganyam besi bantalan Jembatan Gambiran, Sine, Sragen, Rabu (9/5 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
11 Mei 2018 04:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- CV Bina Usaha Sragen ditunjuk langsung untuk mengerjakan konstruksi Jembatan Gambiran, Sine, Sragen, dengan alokasi anggaran Rp2,495 miliar. Konstruksi separuh jembatan yang melintang di jalan utama Solo-Ngawi tidak melalui lelang dan ditargetkan selesai pada 6 Juni mendatang atau H-9 sebelum Lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen Marija didampingi Sekretaris Dinas PUPR Bambang R. Waskita dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sragen Sugeng Himawan meninjau pekerjaan konstruksi jembatan tersebut, Rabu (9/5/2018). Kedatangan rombongan pejabat itu disambut pimpinan CV Bina Usaha Sragen dan pelaksana Proyek CV Bina Usaha Sragen.

Tokopedia

Marija memastikan progres pekerjaan harus sesuai jadwal untuk mengejar target selesai 6 Juni mendatang dan harus bisa dilewati saat Lebaran. “Nanti malam mengecor bantalan. Jumat dan Sabtu, pasang glagar jembatan dan mulai pekan depan sudah dicor. Targetnya 6 Juni harus bisa dilewati untuk separuh jembatan sebelah selatan. Separuh lainnya dikerjakan setelah Lebaran. Separuh jembatan yang masih proses konstruksi sepanjang 9 meter dan selebar 12 meter. Jembatan ini mampu menahan beban sampai 80 ton,” ujar Marija.

Marija menjelaskan mekanisme penunjukan langsung atau tanpa lelang untuk proyek tersebut sudah sesuai Peraturan Presiden No. 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dia menyatakan dalam kondisi darurat dan mendesak, kebijakan penunjukan langsung dibolehkan meskipun nilainya mencapai hampir Rp2,5 miliar.

“Kami sudah memikirkan aspek administrasi, keamanan, fungsi, dan lainnya. Target kami, pekerjaan bisa tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Kami juga meminta pendampingan Kejaksaan Negeri dalam pekerjaan proyek ini,” imbuhnya.

Marija tidak ingin kasus 2017 di mana beberapa proyek tidak selesai pada akhir tahun terulang pada 2018. Dia optimistis semua proyek Dinas PUPR selesai semua 100% pada akhir 2018.

Marija menjelaskan proyek Jembatan Gambiran dilakukan dengan mekanisme mendahului anggaran APBD Perubahan 2018. Dia mengaku sudah mengantongi surat izin mendahului anggaran dari DPRD Sragen.

“Dananya tidak menggunakan dana dari luar atau uang baru. Kami menggunakan dana dari alokasi dana tak terduga yang digeser ke Dinas PUPR untuk sementara,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan CV Bina Usaha Sragen, Didik Marjono, saat ditemui wartawan menyampaikan CV Bina Usaha Sragen hanya diberi waktu lima bulan untuk mengerjakan konstruksi Jembatan Gambiran. Dia mengaku mendapat proyek itu tanpa melalui proses lelang tetapi penunjukan langsung.

CV Bina Usaha Sragen dipilih Dinas PUPR Sragen karena dianggap sudah berpengalaman. “Untuk mengejar target 6 Juni selesai, kami akan kerja lembur. Bila perlu kami akan kerjanya dengan sistem sif siang dan malam. Selama ini kami menerjunkan sampai 25 orang pekerja untuk mengebut pekerjaan itu. Untuk rencana sif, kami kemungkinan ada 10 orang pekerja per sif selama lembur,” kata Didik.