Soal Ujian Bocor? Calon Sekdes Gadungan Klaten Mundur

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
11 Mei 2018 19:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Calon Sekretaris Desa (Sekdes) Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, hasil ujian seleksi perangkat desa  (perdes) serentak Minggu (28/4/2018) lalu, Rivandia Yuda P., mengundurkan diri sehari sebelum pelantikan.

Pengunduran diri itu disebut-sebut terkait temuan indikasi kecurangan dalam ujian komputer oleh Tim Perencanaan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) Desa Gadungan. Rivandia Yuda P. ditetapkan sebagai calon Sekdes Gadungan setelah memperoleh nilai tertinggi 71,5 dalam ujian serentak. Pesaingnya, Sekar Kinanthi, memperoleh skor 66.

Ketua TP3D Desa Gadungan, Agus Widodo H.S., mengatakan indikasi kecurangan itu ditemukan saat TP3D mengecek hasil pekerjaan peserta. Ia menemukan jawaban yang dikumpulkan Rivandia dibuat pada 28 April. Padahal, ujian komputer digelar 29 April. Artinya, Rivandia mengerjakan soal sehari sebelum ujian dilaksanakan.

"Saya mengecek file properties yang dikerjakan yang bersangkutan. Ternyata dibuat sehari sebelum ujian. Kami menduga hal ini ada indikasi kecurangan. Lalu kami melaporkan hal ini kepada UAD [Universitas Ahmad Dahlan selaku Tim Penguji Perangkat Desa] pada Kamis [3/5/2018] sebelum pukul 19.00 WIB," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (11/5/2018).

Agus menuturkan UAD sempat mengirimkan tim forensik digital intern untuk memeriksa file ujian Rivandia. Namun, hingga kini UAD belum memutuskan sikap soal temuan itu. Saat disinggung apakah ada kebocoran soal ujian komputer, Agus enggan berkomentar. "Saya hanya melaporkan ada indikasi kecurangan."

Kemudian, pada Jumat (4/5/2018), TP3D memanggil Rivandia ke Kantor Desa Gadungan guna menyampaikan klarifikasi. Pada kesempatan itu, Rivandia juga mempraktikkan cara dia mengerjakan soal ujian komputer di hadapan TP3D.

"Itu bukan tes. Kami tidak menguji. Kami hanya menyodori soal agar dikerjakan oleh yang bersangkutan karena dia membantah berbuat curang dan meyakinkan bisa mengerjakan soal ujian. Hasil tes Jumat itu tidak menjadi dasar penilaian," beber Agus.

Pada hari yang sama, Rivandia membikin surat pengunduran diri. Surat dibuatkan TP3D dan ditandatangani Rivandia. Alasan pengunduran diri karena Rivandia ingin fokus mengembangkan usahanya. Padahal, pelantikan sudah dijadwalkan pada Sabtu (5/5/2018).

"Pelantikan Sekdes memang ditunda walau tidak ada hubungannya dengan UAD. Dasar pelantikan adalah surat pengunduran diri itu. Pelantikan ditunda karena kami menghormati dan menunggu pernyataan sikap atau klarifikasi UAD atas temuan indikasi kecurangan," kata Agus.

Camat Wedi, Kukuh Riyadi, mengatakan konsultan hukum UAD datang menemuinya pada Jumat (11/5/2018). Mereka menyampaikan sikap tetap pada hasil ujian yang dibuat. Pelantikan sekdes yang lolos ujian bisa mengacu pada surat pengunduran diri.

Surat pengunduran diri menjadi dasar kepala desa mengajukan rekomendasi calon perangkat desa  nomor urut II kepada camat. "Rekomendasinya sudah turun. Kalau dilantik kapan, Kades (kepala desa) lebih tahu," tutur dia.

Kepala Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Cahyo Herlambang Nusantara, enggan berkomentar soal kasus tersebut. Ia meminta Solopos.com menghubungi TP3D untuk meminta informasi lebih detail.

Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, Rivandia memang sempat belajar mengerjakan soal ujian komputer bersama kekasihnya sehari sebelum ujian. Sebelum pelantikan, Rivandia juga membayar biaya pelantikan sebesar Rp700.000.

Solopos.com berusaha menemui Rivandia untuk meminta konfirmasi. Namun, hanya berhasil menemui salah satu saudara Rivandia yang enggan disebutkan namanya. "Sementara begitu dulu saja biar berjalan apa adanya. Biar kondusif," kata dia.