6 Fakta dan Angka Proyek Jalur Kereta Bandara Solo

Permukiman bantaran rel kereta api (KA) di Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (25/1 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
12 Mei 2018 13:15 WIB Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek kereta api (KA) akses Bandara Adi Soemarmo Solo saat ini memasuki tahap pembebasan lahan untuk pembangunan jalur rel di wilayah Kadipiro, Banjarsari, Solo. Proyek ini ditargetkan kelar akhir tahun ini dan bisa operasional pada 2019 mendatang.

Kereta bandara Solo menghubungkan penumpang dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo maupun sebaliknya. Saat ini rangkaian keretanya sudah selesai dibangun dan untuk sementara akan dipakai melayani penumpang Prameks rute Solo-Kutoarjo sambil menunggu jalur KA bandara  kelar dibangun.

Berikut beberapa fakta dan angka terkait perjalanan proyek dari pemerintah pusat tersebut berdasarkan catatan Solopos.com sejauh ini:

Tokopedia

1. Anggaran Sekitar Rp1 Triliun

Anggaran ini terbagi untuk pembangunan jalur KA dari Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo serta pembebasan lahan Rp700 miliar-Rp800 miliar. Sisanya untuk pengadaan rangkaian kereta (trainset) senilai Rp100 miliar per rangkaian.n

2. Kebutuhan Lahan

Pembangunan jalur baru untuk rel KA bandara Solo membutuhkan sekitar 423.252 m2 yang merupakan lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum (110.112 m2), TNI AU (17.130 m2), PT Angkasa Pura (AP) I (17.130 m2), lahan warga di sekitar tol (251.330 m2), dan lahan warga di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo (37.550 m2).

3. Libatkan 3 BUMN

Ada tiga badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat dalam pembangunan kereta bandara, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT AP I, dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Mereka membentuk konsorsium untuk menyokong proyek ini.

4. Panjang Jalur

Kereta bandara Solo akan memanfaatkan jalur milik PT KAI yang sudah ada sepanjang 3 km dan jalur baru sepanjang 10 km yang akan dibangun dari Stasiun Kalioso menuju Bandara Adi Soemarmo.

5. Jalur Melayang


Sebagian jalur kereta bandara Solo akan dibuat melayang  dari Lemah Abang, Kadipiro, Solo, sampai Bandara Adi Soemarmo sepanjang 10 km. Jalur melayang ini ada bersisian dengan tol Soker.

6. Pembebasan Lahan Warga

Total lahan yang dibebaskan di Kadipiro, Solo, ada 103 bidang, 93 bidang di antaranya milik warga, sisanya jalan dan sungai. Dari 93 bidang lahan milik warga, total ada 72 bangunan yang harus dibongkar. Sebagian warga sudah menerima ganti rugi pembebasan lahan. Hanya 14 warga yang menolak.

Selain itu, ada 243 bangunan warga di bantaran rel (lahan PT KAI) wilayah Kelurahan Kadipiro, yang juga harus dibongkar. Mereka sudah mendapat santunan dari pemerintah.

Di Boyolali, lahan milik warga yang harus dibebaskan tersebar di Kecamatan Ngemplak, meliputi Desa Sawahan, Pandeyan, Donohudan, Dibal, Sindon, hingga Ngesrep. Jumlah lahan yang dibebaskan berkurang setelah perubahan rencana rel dibangun melayang.