KA Bandara Sementara Layani Solo Balapan-Kutoarjo

Petugas PT KAI meninjau kereta api Solo Ekspres yang akan menjadi kereta Bandara Internasional Adi Sumarmo, Kamis (10/5 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
13 Mei 2018 03:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Kereta Solo Ekspres mulai diujicobakan pada Kamis (10/5/2018). Sekitar pukul 15.00 WIB, kereta dengan dominasi warna hijau dan putih tersebut diberangkatkan dari Stasiun Solo Balapan menuju Yogyakarta. Kereta direncanakan akan melayani masyarakat umum setelah proses sertifikasi selesai.

Dua rangkaian kereta yang sedianya dimanfaatkan untuk melayani rute kereta bandara yakni Bandara Adi Soemarmo-Solo Balapan-Stasiun Tugu, akan dioperasikan terlebih dahulu untuk melayani rute Prambanan Ekspress (Prameks), yaitu Solo Balapan-Kutoarjo. Tiket KA yang diberi nama KA BIAS itupun direncanakan berlaku secara parsial yakni Solo-Jogja senilai Rp30.000/penumpang dan Solo-Kutoarjo Rp40.000/penumpang. Harga tiket KA BIAS lebih mahal dibandingkan tarif KA Prameks karena KA BIAS dirancang dengan banyak keunggulan dibanding kereta yang selama ini melayani Prameks. Selain itu, pemerintah belum mengalokasikan anggaran subsidi untuk KA BIAS sehingga tarif yang berlaku bukan tarif subsidi.

Tokopedia

"Jadi tarifnya beda dengan Prameks karena Prameks sudah dengan subsidi pemerintah jadi tarifnya hanya Rp8.000/penumpang," kata Marcomm Manager PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, kepada Solopos.com, Selasa (8/5/2018).

Eko, saat meninjau Kereta Solo Ekspres di Stasiun Solo Balapan, Kamis, menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat karena adanya penundaan peresmian pengoperasian kereta produkai PT Inka tersebut. Menurutnya jadwal peresmian segera dijadwalkan ulang. Sementara sambil menunggu jadwal peresmian yang baru, pihaknya akan mematangkan persiapan sarana transportasi baru itu.

"Kami lakukan uji coba dulu. Kalau sudah nanti disertivikasi. Sambil menunggu jadwal peresmian, kami manfaatkan untuk uji coba dan proses sertifikasi awak dan sarananya. Masinis dan asisten masinis harus adapatasi dengan kereta Solo Ekspres," kata dia.

Dia mengatakan uji coba kereta dan sertifikasi tersebut tidak lain untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan penumpang. Eko tidak dapat memastikan waktu yang dibutuhkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menerbitkan sertifikat tersebut. Namun dia berharap proses sertifikasi berjalan cepat.

Selain untuk memanfaatkan kereta baru, keberadaan Solo Ekspres diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di rute yang selama ini dilayani kereta Prameks, yaitu Solo-Yogyakarta-Kutoarjo. "Selama ini untuk kereta api Prameks, dalam sehari [21 trip] tidak kurang dari 16.000 penumpang yang dilayani. Namun itu pun kami masih brlum bisa melayani seluruh penumpang yang ada. Solusi sementara dengan kereta api terusan seperti Lodaya, Kahuripan atau kereta api yang ke arah timur," terang dia.

Namun, kereta api terusan hanya bisa diakses jika kuotanya masih ada. Dengan adanya kereta api Solo Ekspres diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kereta api di jalur tersebut.

Terkait jadwal dan tarif, Eko mengatakan saat ini masih dikaji lebih lanjut. Namun dia mengatakan kereta yang nantinya akan melayani penumpang dari Bandara Adi Sumarmo ke Stasiun Solo Balapan atau sebaliknya itu akan dijalankan pada jam-jam sibuk.

Sementara itu Koordinator komunitas Soko Nyepur Dadi Sedulur, Totok Dharmawan, menyambut baik adanya penambahan rangkaian kereta api rute Solo-Yogyakarta-Kutoarjo. Sebab hal itu akan membantu masyarakat pengguna kereta api. Hanya dia berharap agar tarifnya tidak terlalu tinggi.

"Dengan tambahan kereta tentu kami senang. Tapi untuk harganya yang kurang cocok. Kalau tarif Rp30.000-Rp40.000 ya kalau saat kepepet saja berarti. Saat ketinggalan kereta Prameks, satu atau dua kali tidak masalah," kata dia kepada Solopos.com, Kamis.

Menurutnya tambahan kereta api tersebut akan lebih membantu jika tarif yang ditentukan lebih terjangkau, meskipun nonsubsidi. "Ya mungkin antara Rp20.000-Rp30.000 masih bisa dijangkau. Sebab kan mungkin untuk fasillitasnya berbeda [dengan Prameks]," terang dia.