Awas! Potensi Kebakaran di Solo Saat Ramadan

Siswa belajar memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) saat simulasi kebakaran di halaman sekolah di SMP Muhamamdiyah Program Khusus (PK) Kota Barat, Solo, Jumat (2/2 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
13 Mei 2018 05:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kota Solo akan gencar menyosialisasikan penanganan kebakaran dengan sasaran ibu rumah tangga menjelang dan selama Ramadan. Hal ini lantaran potensi kebakaran di kawasan permukiman selama Ramadan dinilai bakal meningkat.

Kepala DPK Solo Gatot Sutanto mengatakan tengah menyiapkan sosialisasi terhadap ancaman kebakaran tersebut. “Yang menjadi sasaran nanti ibu-ibu rumah tangga,” kata Gatot ketika dijumpai wartawan di Balaikota Solo, Jumat (11/5/2018).

Tokopedia

Gatot mengatakan potensi kebakaran tinggi diperkirakan meningkat selama Ramadan karena dipengaruhi perubahan perilaku masyarakat dengan banyaknya aktivitas memasak mulai dari sahur hingga menyiapkan takjil atau makanan berbuka puasa. Aktivitas memasak ini banyak dilakukan ibu-ibu rumah tangga. Apalagi aktivitas memasak dilakukan dini hari untuk menyiapkan makanan sahur.

“Orang bangun dini hari untuk memasak makanan sahur. Nah, di sini kadang tingkat kesadarannya masih belum maksimal,” kata Gatot.

Kurang konsentrasi biasanya menjadi salah satu penyebab masyarakat lalai mematikan kompor maupun peralatan masak beraliran listrik. Selain peningkatan aktivitas memasak untuk konsumsi rumah tangga, ada pula peningkatan aktivitas usaha kuliner dadakan seperti makanan takjil. Aktivitas itu juga menggunakan kompor dan peralatan listrik yang patut diwaspadai karena bisa konslet dan memicu kebakaran.

“Karena itu kami perlu menyosialisasikan kepada masyarakat akan potensi kebakaran selama Ramadan,” katanya.

Gatot mengatakan ancaman kebakaran semakin meningkat seiring musim kemarau. Utamanya pada daerah padat penduduk. Guna mengantisipasi kebakaran tersebut, Gatot mengaku terus memberikan sosialisasi dan simulasi penanganan jika terjadi bencana kebakaran. Simulasi kebakaran ini juga diberikan kepada pegawai instansi pemerintahan, swasta, dan masyarakat. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Supaya kasus kebakaran di Solo ini terus menurun,” katanya.