Pengamanan Gereja Soloraya Diperketat

Polisi Solo berjaga di depan GKI Sangkrah, Solo, Minggu (13/5 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
13 Mei 2018 21:05 WIB Redaksi Solopos Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pengamanan gereja-geraja di Soloraya diperketat, Minggu (13/5/2018). Polresta Solo langsung memperketat pengamanan di gereja-gereja di Kota Bengawan pascaperistiwa bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Polresta memperketat pengamanan dengan cara menerjunkan personel di banyak gereja di Solo terutama yang memiliki jamaah banyak. Personel polisi tersebut dikerahkan untuk melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, menyampaikan pihaknya langsung meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi yang masuk kategori obyek vital (obvit). Selain gereja, Polresta juga langsung menerjunkan polisi di sejumlah tempat lain, seperti pusat perbelanjaan hingga obyek wisata.

“Petugas kami kerahkan all out ke semua gereja di Solo terutama yang jumlah jamaahnya banyak. Selain penjagan, petugas juga melakukan penyisiran,” kata Andy Rifai saat dimintai informasi Solopos.com, Minggu siang.

Ratusan Personel

Senada dilakukan di Klaten. Polres Klaten menerjunkan 150 personel siaga untuk mengamankan gereja. Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, menyatakan ratusan personel disiagakan untuk meningkatkan pengamanan di gereja-gereja yang menggelar ibadah salah satunya di GKJ Ketandan, Kecamatan Klaten Utata.

Di Karanganyar, polisi meningkatkan pengamanan tempat ibadah dan objek vital di Karanganyar. Sejumlah anggota Polres Karanganyar mengenakan perlengkapan komplet, body system.

Selain itu, sejumlah anggota Polres Karanganyar mengendarai sepeda motor melaksanakan patroli ke sejumlah wilayah di Karanganyar. Sasaran patroli adalah tempat ibadah dan objek vital.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Karanganyar, Kompol Soni Suharna, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan pengamanan yang dilakukan sebagai bentuk peningkatan pengamanan.

"Rutin setiap kali ada peribadatan itu ada pengamanan. Ini pengamanan yang ditingkatkan. Betul karena setelah kejadian bom di Surabaya," kata Soni saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Patroli
Di Sragen, Polres Sragen bersama Kodim 0725/Sragen meningkatkan patroli dan pengamanan di 17 gereja yang berada di wilayah Bumi Sukowati. Tim Polres dan TNI pun mengupayakan sterilisasi gereja dengan menerjunkan 99 personel gabungan. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif pascaterjadinya ledakan bom di tiga gereja di Surabaya.

Penjelasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Espos, Minggu (13/5). Kapolres bersama Dandim 0725/Sragen Letkol (Arh) Camas Sigit Prasetyo akan bersama-sama memimpin untuk patroli dan kemanan gereja di wilayah Kecamatan Sidoharjo, Sragen, pada Minggu sore.

“Pengamanan dan patroli dilakukan dengan pengecekan CCTV [close circuit television] di gereja dan meningkatkan kewaspadaan dini. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak takut dengan terorisme. Kami mendorong masyarakat untuk berani memerangi terorisme,” ujar Kapolres.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau kepada para remaja dan anak muda supaya tidak ikut-ikutan paham radikalisme. Bupati mengajak untuk mencintai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).