Antisipasi Teror Bom, Bandara Solo Perketat Pengamanan

Bandara Adi Soemarmo Solo. (Solopos/Dok)
14 Mei 2018 22:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengamanan di Bandara Adi Soemarmo Solo diperketat pascatragedi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo yang masih terus berlanjut hingga Senin (14/5/2018). Pengamanan  ekstra dilakukan dengan menerjunkan 10 personel TNI dari Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo.

Penjagaan dilakukan di beberapa pos di wilayah bandara berkode SOC tersebut. Airport Rescue Fire Fighting & Airport Security Section Head Bandara Adi Soemarmo Solo, Tamsul Sadikin, mengatakan Aviation Security bandara bekerja sama dengan Lanud memperketat pengecekan terhadap penumpang yang baru masuk dan keluar dari pintu bandara.

“Jika mengingat kembali 2012 dan 2016, Solo pernah menjadi sasaran teror. Terlebih saat itu, teror terjadi menjelang Lebaran. Dengan demikian penjagaan ekstra dilakukan untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi di lingkungan bandara,” kata Tamsul kepada Solopos.com, Senin.

Sementara itu, Airport Operations and Service Department Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo Solo, Purwanto, menjelaskan pengamanan  ekstra di bandara dilakukan sejak Minggu (13/5/2018). “Ada sepuluh personel dari TNI AU yang terbagi dalam dua regu. Mereka ditempatkan di kawasan kargo, lobi bandara , dan pintu masuk bandara,” kata Purwanto.

PT AP I belum tahu sampai kapan pengamanan  ekstra ketat itu bakal dilakukan. “Sampai ada instruksi dari pusat, ini semua menyangkut urusan keamanan jadi kami pastikan agar tempat publik seperti bandara bebas dari ancaman bom.”

Pada bagian lain, sejumlah pelaku pasar modal menyebut teror bom yang terjadi dua hari berturut-turut tidak berdampak besar pada aktivitas perdagangan di bursa saham. Kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat terkoreksi pada sesi pagi bahkan berlanjut ke sesi siang, namun koreksi bukan karena investor panik kemudian jual saham. Koreksi saham adalah hal yang sudah biasa terjadi di bursa.

“Investor dan trader Solo tidak terlalu terpengaruh dengan adanya isu teror. Volume transaksi perdagangan hari ini masih normal seperti hari-hari biasa,” kata Branch Manager Phintraco Sekuritas Solo, Setiawan Efendy.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, M. Wira Adibrata, mengimbau pelaku pasar tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Wira yakin teror bom Surabaya tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal karena secara fundamental perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal I-2018 dibandingkan dengan kuartal I-2017.