Sempat Undurkan Diri, Calon Sekdes Gadungan Klaten Dilantik

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
14 Mei 2018 12:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Calon Sekretaris Desa (Sekdes) Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, yang sempat mengundurkan diri  karena diduga mendapat bocoran soal ujian seleksi perangkat desa (perdes) dipastikan tetap dilantik.

Calon Sekdes Gadungan yang menempati peringkat I pada ujian serentak Minggu (29/4/2018) lalu itu, Rivandia Yudha Pahlevy, mengajukan surat pengunduran diri pada Jumat (4/5/2018), namun kemudian mencabut surat tersebut pada hari yang sama. Rekomendasi Camat Wedi pun dikembalikan kepada Rivandia setelah sempat diberikan kepada Sekar Kinanthi, peserta yang menduduki peringkat II.

Camat Wedi, Kukuh Riyadi, menyatakan hal itu sesuai hasil rapat koordinasi bersama Asisten I Setda Klaten, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Universitas Ahmad Dahlan, Camat Wedi, dan Kepala Desa Gadungan, Jumat (11/5/2018). Ada empat keputusan dalam pertemuan itu, salah satunya menyatakan UAD sebagai Tim Penguji Perangkat Desa (TPPD) tidak memberikan keputusan lain selain keputusan pada 29 April di SMA Negeri 1 Wedi.

Kedua, memberlakukan Rekomendasi Camat Nomor 141.1/185/34.3 pada 2 Mei 2018 perihal Sekdes dengan peringkat I atas nama Rivandia Yudha Pahlevy. Ketiga, mempertimbangkan surat pencabutan pengunduran diri Rivandia.

Terakhir, membatalkan surat rekomendasi nomor 141.1/189/34.3 pada 4 Mei 2018 atas nama Sekar Kinanthi. "Atas dasar rakor itu kemudian terjadi pembatalan," kata Kukuh saat dihubungi Solopos.com, Minggu (13/5/2018).

Ia mengaku tidak tahu apakah pencabutan surat pengunduran diri harus melalui mekanisme hukum atau tidak. Namun, pembatalan rekomendasi untuk Sekar dan pemberlakuan rekomendasi untuk Rivandia ditempuh berdasarkan kesepakatan rakor.

Tak hanya itu, rencana pelantikan Sekar sebagai perangkat desa, Sabtu (12/5/2018) malam, dialihkan menjadi sosialisasi pembatalan rekomendasi. "Hemat saya, kalau kejadian sepihak itu bisa dicabut sendiri atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas, nanti semuanya bisa lewat jalur hukum," ujar dia.

Saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Rivandia mengaku membuat surat pengunduran diri dalam kondisi tertekan. Ia tak menyangka kedatangannya ke kantor desa pada Jumat (4/5/2018) juga dihadiri anggota TNI dan Polri.

Saat itu, Tim Perencanaan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) menduga dirinya berbuat curang saat ujian komputer. Di tengah-tengah tekanan psikis itu Rivandia meneken surat pengunduran diri.

"Setelah ditandatangani, saya pulang. Tapi saya diminta kembali lagi mengisi alasan mengundurkan diri. Lalu, saya bercerita kepada keluarga dan saya membikin surat pencabutan pengunduran diri sorenya," terang Rivandia saat ditemui wartawan di rumahnya, Minggu.

Disinggung soal jawaban hasil ujian yang dikerjakan sebelumnya, Rivan menjelaskan pada malam hari sebelum ujian seleksi perangkat desa  dia belajar bersama pacarnya. Dia belajar mengerjakan soal dari LKS dan browsing di Internet. File hasil belajar lalu di-cut dan paste dari laptop pacar ke laptop Rivandia.

"Saya memang belajar dengan pacar saya malam hari sebelum ujian. File itu saya cut dan paste ke laptop saya. Saat ujian, saya membuka file semalam. Lalu, menghapusnya dan mengerjakan sesuai soal," terang dia.

Kepala Desa (Kades) Gadungan, Kecamatan Wedi, Cahyo Herlambang Nusantara, mengatakan pada Jumat (11/5/2018), dirinya diminta menemui Asisten 1 Setda Klaten, Ronny Roekmito. Pada kesempatan itu hadir pula Kepala Dispermasdes Joko Purwanto. Cahyo hadir bersama Sekretaris TP3D Desa Gadungan, Suyatno.

Cahyo menuturkan pada siang itu Ronny meminta Cahyo agar tetap melantik calon sekdes peraih peringkat I, Rivandia. Jika tidak, dirinya akan dilaporkan kepada Bupati. Namun, Kades mengajukan rekomendasi atas nama Sekar Kinanthi sebab Rivandia menyatakan mengundurkan diri.

"Sesuai prosedur, kalau yang peringkat I mengundurkan diri, direkomendasikan yang peringat kedua," kata Cahyo, Jumat malam.