Pelantikan Calon Sekdes Gadungan Klaten Ditolak Warga

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
14 Mei 2018 20:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Warga Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, bersepakat menolak pelantikan calon sekretaris desa (sekdes) hasil seleksi pengisian perangkat desa  (perdes) serentak, Minggu (29/4/2018) lalu. Jabatan sekdes dibiarkan kosong hingga digelar seleksi ulang.

Seleksi Sekdes Gadungan bermasalah karena calon sekdes yang lolos seleksi yakni Rivandia Yudha Pahlevy, diduga mendapat bocoran soal ujian komputer. Rivandia kemudian mengundurkan diri namun kemudian mencabut kembali surat pengunduran diri itu pada hari yang sama.

Di sisi  lain, setelah pengunduran diri Rivandia, Camat Wedi sempat memberikan rekomendasi kepada peserta yang menempati ranking II yakni Sekar Kinanthi. Namun, berdasarkan pertemuan di Pemkab Klaten diputuskan jabatan Sekdes Gadungan tetap diserahkan kepada Rivandia. Rekomendasi untuk Sekar pun dicabut.

Kini muncul kesepakatan dari hasil pertemuan warga di GOR Desa Gadungan, Minggu (13/5/2018) malam, yang menolak pelantikan Rivandia. Pertemuan itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekminto, Camat Wedi Kukuh Riyadi, Kepala Desa Gadungan Cahyo Herlambang Nusantara, Ketua Tim Perencanaan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) Gadungan Agus Widodo H.S., serta perwakilan Polres Klaten dan Kodim 0723 Klaten.

Ronny mengatakan kesepakatan itu merupakan kehendak warga dari hasil musyawarah. Ia meminta kepala desa membuat laporan hasil keputusan kepada camat. Kemudian, camat membikin surat pengantar untuk diajukan kepada Bupati. "Bupati nanti mengumpulkan kami semua dan mengkaji hasil ini. Jika diterima, nanti akan digelar seleksi ulang," kata dia, Jumat malam.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Klaten akan mengevaluasi  menyeluruh proses pengisian perdes setelah semua perdes yang lolos seleksi dilantik. Fokus evaluasi diarahkan pada Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2018 dan pelaksanaannya, kanal aduan, hingga evaluasi perguruan tinggi.

"Permasalahan-permasalahan ini nanti akan kami lakukan pengayaan pada Perbup. Hal ini demi perbaikan penyelenggaraan pengisian perdes mendatang. Selain itu, prioritas kami adalah kondusivitas wilayah," tutur Ronny.

Ia menyatakan apa yang terjadi di Gadungan tidak akan mendelegitimasi hasil seleksi perdes di desa lain. Seleksi dilakukan secara fair dan klir.

Ketua TP3D Desa Gadungan, Agus Widodo, menyatakan hasil pertemuan tidak saling mengalahkan tapi juga tidak menyatakan keduanya menang. Ia bisa saja mempertanyakan keabsahan surat camat soal pembatalan rekomendasi.

"Namun, biarlah yang nomor dua enggak dilantik, nomor satu enggak dilantik. Kita mulai seleksi dari awal itu lebih baik untuk kita semua," ujar Agus.

Agus memperkirakan seleksi sekdes akan dibuka bersamaan dengan pengisian kaur pembangunan pada Juli mendatang. "Saya yakin akan digelar juga seleksi sekdes karena ini kasus luar biasa."

Kepala Desa Gadungan, Cahyo Herlambang Nusantara, mengatakan sementara waktu posisi sekdes dibiarkan kosong. Pemerintah desa akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) dengan berkoordinasi dengan camat. "Siapa yang jadi Plt sekdes nanti melihat hasil koordinasi dengan camat," ujar dia.