Truk Terjun ke Sungai di Wonogiri, Sopir dan Kernet Meninggal

Warga mengevakuasi korban truk terjun ke Sungai Selondo, Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Senin (14/5 - 2018). (Istimewa/Kapolsek Purwantoro AKP Sargiyata)
14 Mei 2018 16:44 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dua orang, masing-masing sopir dan kernet meninggal dunia setelah truk bermuatan keramik yang mereka tumpangi terjun ke sungai sedalam lebih kurang 20 meter dari jalan di Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Senin (14/5/2018) pukul 05.00 WIB.

Kedua korban yang meninggal dalam kecelakaan  tersebut yakni Asnoto, 53, warga Dusun Sumberwaru RT 003/RW 003, Desa Sumberwaru, Ringinamom, Gresik, Jawa Timur (sopir truk), dan tetangganya, Sanhaji, 42, (kernet). Kapolsek Purwantoro, AKP Sargiyata, saat dihubungi Solopos.com, Senin, mengatakan kedua korban meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Tubuh mereka tergencet kabin truk sehingga mengalami luka parah. Kabin ringsek karena truk terguling hingga akhirnya berhenti dalam kondisi terbalik. “Kedua korban luka parah dan meninggal dunia di tempat,” kata Sargiyata mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Berdasar keterangan saksi, truk berpelat nomor W 9973 C yang dikemudikan Asnoto itu semula melaju ke utara atau ke Kecamatan Puhpelem. Di jalan yang menurun di Dusun Belik Jaten, Desa Bakalan, tiba-tiba laju truk tak terkendali ke arah kiri.

Diduga sopir tak bisa mengendalikan kemudi saat truk  melaju menurun karena belum mengetahui kondisi medan. Tak lama kemudian truk terperosok ke Sungai Selondo hingga akhirnya mendarat dalam kondisi terbalik.

Pantauan dari foto yang diterima Solopos.com, warga bergotong royong berusaha mengeluarkan kedua korban dari truk. Setelah keduanya dapat dikeluarkan, warga membawa mereka keluar dari sungai. Informasi yang dihimpun Solopos.com, setelah berhasil dievakuasi mayat korban dibawa ke tempat layanan kesehatan di Purwantoro.

Camat Purwantoro, Joko Susilo, menginformasikan hingga pukul 16.00 WIB truk belum bisa dievakuasi. Kemungkinan evakuasi dilakukan sore. Menurut dia, jalan menurun di lokasi kejadian memang cukup tajam.

Sebelumnya pernah ada mobil yang juga terperosok ke sungai, namun tak sampai jatuh korban jiwa. Dia mengimbau pengguna jalan yang melintas di lokasi itu lebih berhati-hati.

Dua hari sebelumnya, Sabtu (12/5/2018) pukul 10.30 WIB, kecelakaan lalu lintas juga terjadi di perempatan Desa Pule, Gedong, Pracimantoro. Kecelakaan  melibatkan Honda Vario berpelat nomor AD 6265 AKD yang dikendarai Nurcholis, 31, warga Klarisan, Tanduk, Ampel, Boyolali, dan Suzuki Carry berpelat nomor AB 1150 AD yang dikemudikan Darminto, 47, warga Semen, Joho, Pracimantoro. Akibat kejadian itu pengendara sepeda motor mengalami luka di kepala dan patah kaki kiri.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, menceritakan kecelakaan bermula saat Suzuki Carry melaju dari utara melintas di perempatan Desa Pule. Pada saat bersamaan ada sepeda motor yang melaju kencang dari timur.

Kecelakaan pun tak terhindarkan karena jarak sepeda motor sudah sangat dekat dengan mobil. Sepeda motor menghantam bodi mobil bagian tengah sisi kiri dengan keras. Bagian depan sepeda motor rusak parah dan bodi mobil ringsek.