Warga Mojosongo Solo Adakan Sedekah Sampah

Warga Mojosongo membuat ecobrick di Taman Jaya Wijaya, Minggu (29/4 - 2019). (Istimewa/Paguyuban Guyub Mekar)
15 Mei 2018 01:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo bekerja sama dengan Rumah Zakat Solo menginisiasi gerakan sedekah sampah. Gerakan ini berkonsep seperti bank sampah sederhana yang keuntungannya akan kembali kepada masyarakat.

Awalnya, Kelurahan Mojosongo membentuk paguyuban peduli sampah, Guyub Mekar. Paguyuban ini beranggotakan ibu-ibu di kelurahan yang dengan sukarela menjadi kader peduli lingkungan.

“Tugasnya adalah mengkoordinasi pengumpulan sampah di RW-nya masing-masing,” ucap Ketua Paguyuban Peduli Sampah Guyub Mekar, Nina Windarti kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Paguyuban tersebut lantas mengadakan kegiatan pembuatan ecobrick, Minggu (29/4/2018). Ecobrick merupakan kegiatan pengemasan sampah-sampah plastik ke dalam botol. Botol-botol itu nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bangunan atau perkakas. Seluruh warga Mojosongo berkumpul di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, Solo dengan membawa sampah plastik masing-masing.

Sampah-sampah plastik yang berasal dari limbah rumah tangga itu digunting hingga berbentuk kotak kecil. Kemudian tiap guntingan dimasukkan ke dalam botol air mineral besar. Setelah cukup padat, tiap empat botol dirangkai menggunakan lem dan tali.

“Kemarin waktu kegiatan, botol-botol itu bisa kami manfaatkan untuk kaki kursi dan meja,” ungkap Nina.

Ke depan, Paguyuban Guyub Mekar ingin mengembangkan olahan produknya menjadi produk sampah bernilai ekonomis. “Kami sudah membuat aneka kerajinan dari sampah plastik seperti tas dan dompet,” kata Nina.

Public Health Officer Rumah Zakat Solo, Joko Adiyanto, mengatakan program sedekah sampah menjadi program pendampingan pertama Rumah Zakat. “Konsepnya murni pemberdayaan masyarakat. Jika bank sampah setiap keuntungan akan kembali kepada nasabah, namun di sedekah sampah seluruh keuntungan murni akan digunakan dalam pemberdayaan masyarakat,” ucap Joko saat ditemui di kantor Rumah Zakat, Senin (7/5/2018).

“Akan ada pelatihan berkala tiap bulan, terutama yang berkaitan dengan pemasaran,” ujar Joko.