Warga Keprabon Solo Jernihkan Air Anak Kali Pepe

Kondisi Kali Toklo yang bakal disasar warga Keprabon, Banjarsari untuk pembangunan infrastruktur penjernih air. Foto diambil beberapa hari yang lalu. (Istimewa)
15 Mei 2018 05:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Pegiat Komunitas Ngrekso Lepen Mangku Keprabon bersama warga Kelurahan Keprabon, Banjarsari, Solo berencana membangun infrastuktur penjernih air di aliran Kali Toklo. Kali Toklo adalah anak Kali Pepe.

Pegiat Komunitas Ngrekso Lepen Mangku Keprabon, Setyo Eko Winanto, mengatakan infrastuktur penjernih air tersebut bakal dibangun secara swadaya dan swadana oleh warga. Agar program berjalan lebih maksimal, mereka berkonsultasi terlebih dahulu dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) maupun Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo.

“Kami sudah mulai mencicil membeli bahan material yang dibutuhkan untuk membuat filter air di anak Kali Pepe. Sekarang kami tinggal pemantapan,” jelas Win, sapaan Winanto saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (7/5/2018).

Win membeberkan pegiat Ngrekso Lepen bersama warga setidaknya bakal membangun infrastuktur penjernih air di aliran Kali Toklo sepanjang 500 meter. Ruas sungai yang bakal disasar yakni berada di barat Taman Keprabon atau belakang Toko Sadinoe. Keberadaan filter di aliran sungai tersebut diharapkan bisa menjernihkan air sungai sehingga membawa manfaat lebih banyak bagi kepentingan masyarakat. Dia mengatakan bagian sungai yang airnya jernih bisa digunakan juga sebagai tempat bermain bagi anak-anak.

“Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat jika air sungai menjadi bersih dan jernih. Yang utama memang dari segi kesehatan. Bukan tidak mungkin ke depan masyarakat bisa memanfaatkan air sungai lagi untuk keperluan sehari-hari,” jelas Win.

Win belum bisa memastikan kapan Komunitas Ngrekso Lepen dan warga Keprabon bisa mulai membangun infrastruktur filter air di Kali Toklo. “Beberapa bahan material yang akan kami gunakan untuk membuat filter air ini, antara lain gravel, karung pasir, ijuk, bambu, hingga jaring. Rancangan ini tentu belum sempurna. Saat terjadi hujan, filter tidak berfungsi. Maka dari itu, kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” tutur Win.

Sementara itu, Pemkot Solo kini juga tengah melakukan upaya normalisasi Kali Pepe hilir dengan melakukan pembersihan wilayah garis sempadan sungai. Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Arif Nurhadi, mengatakan mau tidak mau bangunan yang berdiri di garis sempadan Kali Pepe dengan jarak 3 m dari bibir sungai harus dibongkar karena menempati lahan yang akan digunakan untuk membangun jalan umum maupun jalan inspeksi.

Dia menyampaikan semua warga di bantaran Kali Pepe yang terdampak proyek penataan tersebut akan mendapatkan uang kompensasi dari Pemkot berupa biaya bongkar senilai Rp50.000/m2 dan biaya angkut Rp15.000/m2.