Satu-Satunya di Jateng, Ini Mal Sadar Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Pencanangan Solo Paragon Mall sebagai Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (14/5 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
15 Mei 2018 09:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seorang petugas berseragam setelan biru tua menyambut dengan ramah tamu yang memasuki Solo Paragon Mall melalui pintu utama mal, Senin (14/5/2018). Dengan isyarat tangannya, dia mengarahkan tamu yang berkunjung menuju pintu kaca di dekatnya.

Satu set panggung kecil dengan background bertulisan Launching Solo Paragon Lifestyle Mall Sebagai Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ada di balik pintu itu. Oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan, Solo Paragon Lifestyle Mall dicanangkan sebagai Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Mal tersebut menjadi salah satu dari enam mal di Indonesia sekaligus satu-satunya di Jawa Tengah yang dicanangkan sebagai Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Mal disebut Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan jika seluruh karyawan pengelolanya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Pencanangan ini merupakan bentuk apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan kepada mal yang seluruh karyawan pengelolanya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan terus mendorong tenant di mal tersebut untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan" jelas Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat, yang hadir pada acara tersebut.

Pada acara itu juga ditandatangani kesepakatan antara pengelola mal dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung penyelenggaraan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Salah satu bentuk dukungan mal adalah dengan memberikan sosialisasi pentingnya menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan bagi pemilik dan semua karyawan tenant.

Menurut informasi yang diperoleh Solopos.com, dari 150 tenant di Solo Paragon Mall, 70 persen di antaranya sudah menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Dari 70 tenant tersebut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan didominasi dari tenant besar.

Sejak pertengahan 2017 lalu, sosialisasi mengenai program jaminan sosial khususnya berkaitan dengan ketenagakerjaan digalakkan di mal tersebut. Pengelola mal berupaya untuk memberi tahu pemilik atau pengelola tenant tentang perlunya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Awalnya kami hanya ingin membantu memberi tahu para pemilik dan pengelola tenant tentang masalah Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pada Juni 2017 kami telah menggelar gathering tenant dan membahas mengenai Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kami bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini berjalan terus. Ternyata dari BPJS Ketenagakerjaan ada program mengenai Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini," terang HR Manager Solo Paragon Mall, Sudana Agung Nugraha.

Pengenalan program jaminan sosial dilakukan dengan menyasar langsung ke head office maupun pengelola tenant. Ke depan pengelola mal akan terus berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi tentang BPJS Ketenagakerjaan kepada 30 persen tenant yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kalau yang anchor tenant, kesadarannya sudah ada, sudah sampai pada jaminan pensiun. Tinggal beberapa tenant lokal saja yang belum. Untuk tenant mikro akan kami arahkan untuk dua program jaminan saja seperti jaminan kematian dan keselamatan kerja sehingga [iurannya] tidak terlalu tinggi," kata dia.