Solopos Hari Ini: Dampak Bom Surabaya hingga Pembobolan Kartu Kredit

Harian Umum Solopos edisi Selasa 15 Mei 2018
15 Mei 2018 11:30 WIB Muhammad Rizal Fikri Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Serangkaian ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu-Senin (13-14/5), melibatkan tiga keluarga. Pencegahan terorisme harus disiapkan sejak dini termasuk membentengi keluarga.

Pelibatan perempuan dan anak sebagai pelaku bom bunuh diri disebut sebagai pola baru dalam aksi terorisme. Dari rentetan kejadian yaitu ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dan bom di Mapolrestabes Surabaya, tujuh anak dan tiga perempuan tewas karena dilibatkan dalam ledakan bom.

Berita mengenai dampak aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) menjadi berita utama Harian Umum Solopos, Selasa (15/5/2018). Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

REVISI UU TERORISME: Tenggat Juni dari Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tenggat atau batas waktu pembahasan revisi UU No. 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Antiterorisme) hingga Juni. Bila tak rampung, Jokowi akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Ketua DPR Bambang Soesatyo menjanjikan revisi UU Antiterorisme akan rampung Mei ini. ”DPR dan kementerian terkait yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme—yang kami ajukan Februari 2016 yang lalu—sudah dua tahun untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya. Juni yang akan datang [harus selesai],” ujar Jokowi di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di Halaman Soloraya ada berita tentang kasus pencurian yang dilakukan oleh pramuniaga sebuah toko di Mal Solo Square. Enam karyawan toko diamankan karena membobol kartu kredit milik pelanggan yang tertinggal di toko.

Aksi mereka diungkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Laweyan, Solo, yang lantas menangkap enam orang pelaku pembobolan, Minggu (13/5/2018). Empat dari enam pelaku bekerja sebagai karyawan di toko aksesoris Cindy Yayang, Mal Solo Square.

Enam pelaku tersebut yakni Vita, 20, warga Sukoharjo; Lois, 20, warga Boyolali; Vera, 24, warga Jakarta; Ratna, 19, warga Sukoharjo; Deni Setiawan, 26, warga Sukoharjo, dan Fajar, 31, warga Sukoharjo. Sementara korban pembobolan kartu kredit adalah Falentina, 34, warga Kampung Baron Gede RT 004 /RW 001, Panularan, Laweyan.

Berita tentang kasus pembobolan kartu kredit itu menjadi berita utama Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini. Selain itu ada berita menarik lainnya di bawah ini:

KECELAKAAN LALU LINTAS: Truk Terjun ke Sungai, 2 Meninggal
Dua orang meninggal dunia setelah truk bermuatan keramik yang mereka tumpangi terjun ke sungai sedalam lebih kurang 20 meter dari jalan di Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Senin (14/5/2018) pukul 05.00 WIB. Kedua korban yakni sopir truk Asnoto, 53, warga Dusun Sumberwaru RT 003/RW 003, Desa Sumberwaru, Ringinamom, Gresik, Jawa Timur, dan tetangganya, Sanhaji, 42, yang menjadi kernetnya.

Kapolsek Purwantoro, AKP Sargiyata, saat dihubungi Espos, Senin, mengatakan kedua korban meninggal dunia di lokasi. Tubuh mereka tergencet struktur kabin truk sehingga mengalami luka parah. Kabin ringsek karena truk terguling hingga akhirnya berhenti dalam kondisi truk terbalik.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/