PAW DPRD Sragen Tunggu Gubernur

Anggota DPRD Sragen yang meninggal dunia, Husein Kusyaini. (Istimewa/DPRD Sragen)
15 Mei 2018 03:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen telah melayangkan surat permohonan penggantian antar waktu (PAW) anggotanya di DPRD Sragen yang meninggal dunia, Husein Kusyaini. Sebagaimana diketahui Husein meninggal dunia karena serangan jantung pada Jumat (9/3/2018) pagi.

"Kami sudah kirim surat permintaan PAW Pak Husein ke Gubernur," ujar Sekretaris DPRD Sragen, Joko Saryono, Senin (7/5/2018).

Tokopedia

Dia menjelaskan pengiriman surat tersebut menindaklanjuti adanya surat permintaan PAW dari DPC PKB Sragen. Surat permintaan PAW dari DPC PKB Sragen masuk ke Sekretariat DPRD Sragen pada akhir April 2018.

"Surat dari DPC PKB Sragen berisi permohonan PAW dari Pak Husein ke Saudara Anshori. Yang jelas sudah diproses. Tinggal menunggu persetujuan Gubernur. Setelah ada persetujuan tinggal pelantikan," sambung dia.

Joko menjelaskan ihwal pelantikan Anshori sebagai anggota DPRD Sragen mesti dilakukan melalui rapat paripurna DPRD Sragen. Untuk teknis pelantikan menurut dia bisa dilakukan oleh Ketua DPRD Sragen,Bambang Samekto.

Disinggung ada atau tidaknya permohonan kocok ulang struktural alat kelengkapan (alkap) DPRD Sragen dari PKB, Joko menyatakan belum ada. Sejauh ini menurut dia baru FPDIP yang mengganti ketua fraksinya.

"Yang sudah mengajukan penggantian struktur alkap DPRD utamanya fraksi, baru FPDIP, dan kami sudah proses itu. Dulu ketua FPDIP Mas Sutrisno, digantikan oleh Pak Parno [Suparno]," katanya.

Terpisah, Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli, saat dimintai tanggapan Solopos.com mengonfirmasi sudah dikirimnya surat PAW Husein Kusyaini. Nama yang diajukan untuk menggantikan Almarhum Husein yaitu Anshori, calon anggota legislatif (Caleg) PKB saat Pileg 2014. Saat itu Anshori maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama dengan Husein.

Tapi Anshori tak berhasil melenggang ke parlemen lantaran kalah suara dari Husein dan caleg lain. Perolehan suara Anshori di bawah Husein, sehingga secara aturan dia yang berhak menggantikan posisi Husein.

"Yang suaranya tertinggi setelah Pak Husein ya Anshori. Jadi dia yang kami ajukan untuk menggantikan posisi Pak Husein. Aturan KPU dan PAW sudah baku. Court of conduct nya sudah jelas," Mukafi menerangkan.

Lilik, panggilan akrabnya, mengaku tidak tahu persis sudah sejauh mana proses PAW Husein ke Ansori. Tapi dia mendapat kabar bahwa proses tersebut tinggal menunggu proses pelantikan saja.