FKPPI Solo Kecam Aksi Terorisme

FKPPI Saat berkunjung ke Solopos (Solopos/Adib M. Asfar)
16 Mei 2018 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopo.com, SOLO – Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dan tragedi bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat selama sepekan terakhir di Indonesia. Tragedi tersebut sempat membuat masyarakat panik. Namun, pemerintah meminta masyarakat untuk tenang menghadapi situasi tersebut.

Sehubungan dengan berbagai tragedi mencekam di Mako Brimob maupun bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) 1135 Kota Solo, menyampaikan sikap tegas. Mereka mengutuk tindakan keji dan biadab yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab itu.

Tokopedia

"Kita ingin meningkatkan kewaspadaan di wilayah anggota tinggal, bekerja sama ketua RT, ketua RW, Babinsa, Babinkamtibnas, dan Lurah. Dengan cara ikut dalam kegiatan masyarakat, seperti siskamling, kerja bakti, dan lain-lain. Anggota FKPPI 1135 Kota Solo menjadi teladan di lingkungan masing-masing," kata Ketua FKPPI 135 Kota Solo, Hasta Gunawan, saat berbincang dengan Solopos.com di Griya Solopos, Selasa (15/5/2018), sore.

Hasta Gunawan berharap kondisi Kota Solo, Jawa Tengah, tetap kondusif meski situasi di Indonesia masih ruwet akibat berbagai tragedi mencekam sepekan terakhir. "Harapannya Kota Solo tetap kondusif, menjadi kota yang paling nyaman se-Indonesia. Dan Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, dan bersatu. Mudah-mudahan oknum teroris diberikan kesadaran, karena yang dilakukan melukai orang lain," sambung dia.

Ikrar pernyataan sikap dari FKPPI 1135 Kota Solo ini disampaikan langsung oleh sang bendahara, Purwono, di depan puluhan anggota dalam pertemuan bersama Redaktur Pelaksana Surat Kabar Harian Umum Solopos, Abu Nadhif, di Griya Solopos.

Adapun pernyataan dari FKPPI 1135 Kota Solo adalah menyatakan tidak takut dengan tindakan pengecut dan teror dari teroris, mendesak pemerintah dan aparat keamanan bertindak cepat dan tegas, mengajak elemen bangsa melawan radikalisme, dan mendesak DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang Antti-teroris.