Bakul Luar Jawa Serbu Pasar Klewer Solo, Transaksi Naik 30%

Pasar Klewer, Solo. (Solopos/Dok)
16 Mei 2018 09:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Transaksi perdagangan di Pasar Klewer Solo  meningkat didominasi pedagang besar dari berbagai daerah terutama dari luar Jawa yang mulai memborong produk tekstil dan garmen untuk dijual kembali saat momen Ramadan dan Lebaran.

Beberapa pedagang menyebut kenaikan transaksi sejak sebulan sebelum Puasa ini mencapai 20%-30%. Seorang pedagang, Kusbani, menjelaskan pedagang di Pasar Klewer mulai menambah stok dagangan lebih dari dua kali lipat karena pedagang besar dari berbagai daerah bahkan luar Jawa mulai berdatangan untuk kulakan ke Pasar Klewer.

“Selain dari bakul-bakul yang kulakan, peningkatan penjualan juga didominasi tingginya permintaan peralatan ibadah untuk suvenir atau bingkisan yang biasanya diberikan sebagai santunan saat Ramadan,” kata Kusbani kepada Solopos.com, Selasa (15/5/2018).

Kusbani memprediksi tren peningkatan transaksi ini akan terus berlanjut hingga pertengahan Bulan Puasa. Bahkan peningkatan bisa mencapai lebih dari 50% pada dua pekan sebelum Lebaran.

“Ini pedagang dari luar Jawa sudah kembali ke daerah masing-masing. Nanti awal Ramadan agak sepi, dan biasanya dua pekan menjelang Lebaran mereka datang lagi kulakan ke Pasar Klewer.”

Kusbani memiliki pelanggan pedagang paling jauh dari Papua. Pedagang tersebut datang langsung ke Klewer untuk kulakan dan mengirim barang dagangannya ke Irian melalui jasa ekspedisi.

“Pedagang besar itu kalau belanja, sekali transaksi bisa mencapai nilai Rp15 juta hingga Rp20 juta,” ujar Kusbani.

Pedagang di pasar darurat Klewer Timur, Tri Suwarni, menuturkan hal senada. Sudah sebulan terakhir Tri menambah stok dagangan terutama busana muslim sebanyak 30% dari stok hari biasa. Menurut Tri, pedagang besar dari luar Solo dan Pulau Jawa sengaja kulakan jauh-jauh hari sebelum Ramadan agar tidak kehabisan stok.

Pedagang dari luar Jawa paling jauh berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Pedagang dari luar Jawa sekali berbelanja bisa mencatat transaksi Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Pedagang kulakan baju pasti kan memburu model. Ada model apa saja dan supaya tidak kehabisan tentunya mereka harus kulakan jauh-jauh hari. Klewer tetap jadi jujugan untuk kulakan karena terkenal dengan harga kain yang murah,” kata Tri.

Pedagang di Pasar Klewer lainnya yang juga Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Tavip Harjono, juga mengatakan aktivitas dagang di Pasar Klewer sebulan terakhir menunjukkan tren peningkatan transaksi karena pedagang reseller dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Klewer.

Pedagang reseller diperkirakan mendominasi transaksi di Klewer hingga mendekati pertengahan Bulan Puasa. “Nanti kalau mendekati Lebaran, kami tinggal melayani pedagang musiman yang jumlah kulakannya tidak terlalu banyak,” ujar Tavip yang mulai menambah stok dagangan hingga dua kali lipat.



Tokopedia