Solopos Hari Ini: Awas! Doktrin Sesat Mulai Sasar Anak-Anak

Harian Umum Solopos edisi Rabu 16 Mei 2018
16 Mei 2018 12:30 WIB Muhammad Rizal Fikri Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Anak-anak dari tiga keluarga pelaku serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, didoktrin dan diajak orang tua mereka untuk melakukan aksi terorisme.

Anak-anak dari tiga keluarga itu sebagian tidak disekolahkan oleh orang tua mereka. Mereka mendapatkan doktrin melakukan aksi terorisme melalui sejumlah video di jejaring sosial.

Empat anak dari tiga keluarga itu selamat dan tengah mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologi. Sementara itu, tujuh anak meninggal karena dilibatkan dalam ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dan ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya.

Berita tentang doktrin sesat yang menyasar anak-anak itu menjadi berita utama Harian Umum Solopos edisi Rabu (16/5/2018). Selain berita tersebut ada kabar menarik lainnya seperti di bawah ini:

POLA SERANGAN TERORIS: Unjuk Diri Lewat Identitas

Kartu keluarga (KK) yang sebagian rusak ditemukan di dalam tas milik Tri Murtiono, 50. KK itu memuat data kependudukan lima orang yaitu, Tri Murtiono; istrinya, Tri Ernawati; dan ketiga anak mereka, MDA, 18; MDS, 15; dan AAP, 8.

Kini tinggal AAP yang hidup setelah selamat dari bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). Sedangkan Tri, Ernawati, dan dua anaknya tewas. Keluarga Tri inilah yang diduga menjadi pelaku serangan bom di Mapolrestabes Surabaya sehingga menyebabkan empat polisi dan enam warga terluka.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di Halaman Soloraya ada berita tentang harga kebutuhan pokok di pasar tradisional jelang Ramadan. Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang H-2 Ramadan mengalami kenaikan. Harga daging ayam dan daging sapi mengalami kenaikan tinggi.

Hal ini terungkap saat Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Solo menggelar kegiatan pantauan harga di Pasar Legi, Kestalan, Banjarsari, Solo, Selasa (15/5/2018).

“Seperti biasanya menjelang Ramadan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Bengawan mulai mengalami kenaikan. Kami perlu melakukan pemantauan harga di lapangan agar tidak naik signifikan,” ujar Ketua Satgas Pangan Polresta Solo AKBP Andy Rifai saat ditemui wartawan di Pasar Legi, Selasa.

Berita tentang harga kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang Ramadan itu menjadi berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini. Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

KEBUTUHAN IBADAH: Berkah Ramadan di Pasar Klewer

Bulan Ramadan menjadi bulan bagus untuk mendongkrak penjualan barang, termasuk pakaian di Pasar Klewer Solo. Kios-kios yang menjual perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, sajadah dan sebagainya menjadi tempat yang menerima dampak positif dari Ramadan yang segera tiba.

Kios Hadi Martono misalnya, Selasa (15/5/2018), salah satu kios penjual perlengkapan ibadah di lantai semibasementsisi barat, hampir tidak pernah sepi dari. ”Ini mukenanya berapa, Mbak? Kalau beli jumlah banyak harganya berapa?” tanya seorang laki-laki yang datang ke kios tersebut. ”Harganya beragam, kalau ini Rp130.000 saja,” sambut salah satu pelayan kios sambil menunjukkan mukena putih di sampingnya. Bukan hanya mukena, barang lain seperti sajadah dan sarung pun ramai dipesan.

Simak selengkapnya; http://epaper.solopos.com/