Penanganan Banjir Solo, Puluhan Rumah di Jl. Popda Dibongkar

Bangunan di selatan Jl. Popda, Nusukan, Solo, yang akan dibongkar karena terkena proyek penanganan banjir Solo. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
16 Mei 2018 21:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan rumah dan bangunan di tepi Jl. Popda, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, bakal ikut dibongkar seiring pelaksanaan proyek Penanganan Banjir Kota Bengawan Paket 3 (Kali Pepe hulu).

Puluhan rumah dan bangunan yang berdiri di tanah negara tersebut perlu dibongkar agar tidak lagi menutupi lansekap kawasan bantaran Kali Anyar. Apalagi, kawasan bantaran Kali Pepe hulu kini tengah ditata oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Lurah Nusukan, Utik Sri Wahyuni, mengonfirmasi puluhan rumah dan bangunan di tepi selatan Jl. Popda itu sudah direncanakan akan dibongkar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. “Rencana iya, rumah dan bangunan di tepi Jl. Popda yang berdiri di tanah negara akan dibongkar,” kata Utik saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (16/5/2018).

Utik menyebut tidak semua rumah dan bangunan di tepi selatan Jl. Popda bakal dibongkar dalam waktu dekat. Beberapa pemilik rumah atau bangunan di dekat Jembatan Tirtonadi terbukti mengantongi sertifikat hak guna bangunan (HGB).

Dia belum bisa memastikan kapan rumah dan bangunan di tepi selatan Jl. Popda bakal dibongkar. Agenda pembongkaran rumah dan bangunan di balik tanggul Kali Anyar tersebut ditangani Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo.

“Yang menangani pembongkaran, langsung DPUPR. Maka dari itu, kami tak bisa memastikan jadwal pembongkaran rumah di Jl. Popda. Kami juga belum tahu berapa bangunan di tanah negara yang mesti dibongkar,” jelas Utik.

Berdasakan pantauan Solopos.com, Rabu pagi, bangunan di tepi selatan Jl. Popda bukan saja dimanfaatkan warga sebagai rumah atau tempat tinggal, melainkan juga untuk tempat usaha. Beberapa bangunan tampak digunakan warga untuk menjual makanan.

Ada juga bangunan yang digunakan sebagai bengkel las. Keberadaan bangunan di tepi selatan Jl. Popda tersebut memang menutup akses pandang masyarakat akan kawasan bantaran Kali Anyar  dari arah Jl. Popda.

Sementara itu, ratusan rumah di kawasan bantaran Kali Anyar wilayah Nusukan telah tuntas dibongkar warga yang telah mendapatkan dana bansos dari Pemkot Solo.

Diwawancarai terpisah, seorang warga RT 009/RW 007 Nusukan, Sujarwito, 53, telah menduga jauh-jauh hari bahwa tempat tinggalnya di tepi Jl. Popda atau di balik Kali Anyar akan ikut dibongkar Pemkot seiring pelaksanaan proyek Penanganan Banjir Kota Solo.

Dia mengaku pasrah saja dengan rencana Pemkot tersebut mengingat selama ini hanya menempati tanah negara. Sujarwito hanya berharap Pemkot bisa memberikan uang ganti rugi kepada warga yang sudah membangun rumah di tepi selatan Jl. Popda.

“Apalagi saya cari uang juga di sini. Tidak tahu lagi nanti saya dapat uang dari mana kalau sudah pindah,” kata Sujarwito yang berjualan makanan di dekat rumahnya.

 

 

Tokopedia