Berkas 2 Tersangka Kasus PT RUM Sukoharjo Sudah di PN Semarang

Totok Dwi Diantoro (kiri) dari PKBH UGM Yogyakarta memberikan keterangan kepada wartawan soal sidang kasus aktivis lingkungan versus PT RUM Sukoharjo, Rabu (16/5 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
16 Mei 2018 17:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Berkas perkara dua tersangka kasus limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo sudah dilimpahkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Dua tersangka tersebut adalah Bambang Wahyudi dan Danang Tri, keduanya warga Sukoharjo, yang dijerat kasus pelanggaran UU ITE.

Diinformasikan sebelumnya, sidang kasus  yang melibatkan total lima tersangka ini akan dilakukan di PN Semarang. Hal itu untuk menjaga kondusivitas keamanan. Jika sidang dilakukan di PN Sukoharjo dikhawatirkan terjadi kegaduhan mengingat kasus ini menyita perhatian besar dari publik.

Tokopedia

Sidang perdana untuk dua tersangka, Bambang Wahyudi dan Danang Tri, kemungkinan digelar pekan depan setelah berkasnya dilimpahkan oleh jaksa penuntut umum awal pekan ini. Kedua tersangka itu dijerat UU No. 11/2008 jo UU No. 16/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU No. 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi.

“Sudah dua pekan ini, Bambang Wahyudi dan Danang Tri dipindahkan ke LP Kedungpane, Semarang, setelah ditahan di Mabes Polri beberapa bulan lalu. Kasusnya sudah dilimpahkan ke PN Semarang oleh jaksa Kejari Sukoharjo,” kata Totok Dwi Diantoro dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum, UGM Yogyakarta, selaku kuasa hukum Bambang Wahyudi dan Danang Tri saat ditemui wartawan di Sukoharjo, Rabu (16/5/2018).

Sebelum menemui wartawan, Totok bersama rekannya, Hasrul Halili, bertemu keluarga dua tersangka untuk koordinasi karena tak akan lama persidangan dimulai. Ada tiga pasal alternatif yang didakwakan. Pertama Pasal 27 ayat (3) UU ITE tentang pencemaran nama baik, kedua Pasal 28 ayat (2) tentang penyebarluasan kebencian di muka umum, dan ketiga, Pasal 4 ayat (2) huruf b tentang kebencian atau ketidaksukaan terhadap suku, ras dan golongan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Totok mengaku hingga sekarang belum menerima berkas penanganan perkara kedua kliennya itu. “Tadi saya sudah bertemu dengan jaksa penuntut umum dan diberi tahu berkas sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Semarang. Jika sekarang sudah dilimpahkan mudah-mudahan dua pekan ke depan sudah disidangkan perdana. Kami akan meminta berkas sehingga bisa dipelajari untuk menyiapkan materi pembelaan,” jelasnya.

Totok mengatakan ketiga pasal tersebut merupakan dakwaan alternatif. Walau belum mendapatkan salinan berkas penanganan kedua kliennya, Totok tidak mempersoalkan dan akan mengikuti proses hukum.

“Pemindahan persidangan boleh saja seperti diatur dalam edaran dari Mahkamah Agung dengan pertimbangan menghindari gejolak. Jadi sudah klir persidangan dilaksanakan di PN Semarang. Kami akan mengupayakan pembelaan agar mendapatkan perlakukan secara proporsional dan adil.”

Totok menilai persoalan yang menjerat kedua kliennya tidak berdiri sendiri. ”Kasus ini bukan sekadar tentang ITE atau kasus ujaran kebencian atau pencemaran nama baik tetapi berawal dari serangkaian kasus yang lebih berat. Kasus ini tidak berdiri sendiri tetapi berawal dari keresahan publik berkenaan dengan pencemaran dugaan limbah PT Rayon Utama Makmur  [RUM]. Keresahan masyarakat tidak direspons cepat sehingga diluapkan dan diekspresikan melalui medsos,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang koordinator Masyarakat Peduli Lingkungan Sukoharjo, Ari Suwarno, menyatakan untuk mendukung perjuangan pegiat lingkungan telah digalang donasi terkumpul Rp1,3 juta. Dana digalang dari masyarakat secara spontan pada Minggu (13/5/2018 di Bendung Colo, Nguter.